PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sebanyak 66 peserta dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), instansi pemerintah, perbankan, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Pameran Harmoni Ekonomi yang menjadi bagian dari rangkaian Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Pameran yang berlangsung di Plaza Universitas Papua (Unipa) sejak 22 hingga 28 Juni 2026 itu menjadi ruang promosi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif dalam mendukung penyelenggaraan ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional tersebut.
Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, Jacop Fonataba, mengatakan pameran mengusung tema besar pengembangan ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.
“Sebanyak 66 peserta telah terdaftar secara resmi untuk mengikuti pameran ini,” kata Jacop saat menyampaikan laporan pada pembukaan pameran di Plaza Unipa, Manokwari, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, peserta pameran berasal dari UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat, Dinas Koperasi Kabupaten Manokwari, serta sejumlah lembaga dan instansi yang mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan.
Selain pelaku UMKM lokal, pameran juga diikuti perwakilan dari 10 provinsi yang hadir sebagai peserta Pesparawi Nasional. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menjadikan pameran sebagai ajang pertukaran informasi, promosi produk, dan penguatan jejaring usaha antardaerah.
Sejumlah instansi turut berpartisipasi, antara lain Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), perbankan, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, serta PT Pegadaian. Panitia juga menyiapkan beberapa lokasi pameran pendukung selain Plaza Unipa untuk menjangkau lebih banyak pengunjung selama pelaksanaan Pesparawi.
Jacop mengatakan pameran tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk-produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kreativitas generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, kaum milenial didorong untuk mengembangkan produk inovatif berbasis sumber daya lokal Papua yang memiliki nilai ekonomi.
“Pameran ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan hasil karya mereka dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di tanah Papua,” ujarnya.
Panitia berharap pameran mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal melalui peningkatan transaksi selama pelaksanaan Pesparawi Nasional. Kehadiran ribuan peserta, ofisial, dan pengunjung dari berbagai daerah dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar produk UMKM Papua Barat.
Dalam kesempatan itu, Jacop juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, dan Universitas Papua yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk penyediaan fasilitas dan lokasi pameran.
Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat diikuti kontingen dari 38 provinsi dan menjadi salah satu perhelatan keagamaan nasional terbesar yang digelar di kawasan timur Indonesia tahun ini.(rustam madubun)













