Papua Barat

Gubernur Dominggus Mandacan: Mobil Dinas PB 1 Baru Diserahkan Setelah Beberapa Hari

786
×

Gubernur Dominggus Mandacan: Mobil Dinas PB 1 Baru Diserahkan Setelah Beberapa Hari

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs Dominggus MAndacan, M.Si didampingi Wakil Gubernur, Mohamad Lakotani SH., M.Si dan Sekda Papua Barat Drs H Ali Baham Temongmere MTP saat Apel Gabungan ASN Pemprov Papua Barat Senin (10/3/2025). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADLAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI-Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, mengungkapkan bahwa hingga beberapa hari setelah dilantik kembali sebagai Gubernur Papua Barat periode 2025-2030, ia dan Wakil Gubernur belum mendapatkan mobil dinas resmi dari pemerintah daerah.

Saat apel gabungan ASN di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Senin (10/3/2025), Dominggus Mandacan menyinggung keterlambatan tersebut.

Ia membandingkan dengan pengalaman sebelumnya ketika pertama kali menjabat sebagai gubernur di penjabat Drs Eko Subowo pada 2017, di mana mobil dinas PB 1 langsung disediakan setelah serah terima jabatan.

‘’Saya dengan Pak Wakil waktu itu tiba di Bandara Rendani Manokwari, mobil dinas PB 1 sudah siap dan kami langsung pakai,” ujar Dominggus Mandacan.

Namun, saat kembali menjabat sebagai Gubernur Papua Barat pada 2025, kondisi berbeda terjadi.

Mobil dinas PB 1 yang seharusnya sudah tersedia saat ia dan Wakil Gubernur tiba di Manokwari pada 6 Maret 2025, baru diserahkan beberapa hari kemudian.

Bahkan, kendaraan yang diberikan bukan mobil dinas utama, melainkan mobil PB 6 yang sehari-hari digunakan Sekda Papua Barat.

“Tadi saya masuk kantor, lihat mobil yang saya pakai itu mobil koboi. Hilux, namanya saja ‘Lux’,” kata Dominggus disambut tawa peserta apel yang terdiri dari pimpinan OPD dan ASN.

Menurutnya, persoalan ini perlu disampaikan agar semua pihak mengetahui dan bisa menjadi perhatian ke depan.

“Ini saya sampaikan supaya menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kondisi serupa yang terjadi di Papua Tengah, di mana Gubernur dan Wakil Gubernur terpaksa makan menggunakan loyang karena tidak ada piring di rumah jabatan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *