PAPUADALAMBERITA.COM . MANOKWARI– Polemik pembayaran bonus atlet Papua Barat peraih medali pada PON XXI Papua tahun 2021kembali mengemuka.
Baca juga: RDP DPR, Komisi II Desak Tuntaskan Tunggakan Bonus Atlet PON
Sebelumnya, Jumat (19/9/2025, Komisi II DPR Papua Barat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KONI Papua Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat, serta perwakilan atlet.
Dalam forum tersebut, para atlet menyuarakan harapan agar bonus yang dijanjikan pemerintah bisa segera dibayarkan, paling tidak melalui APBD Perubahan 2025.
Menanggapi hal itu, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menuntaskan kewajiban tersebut.
“Jadi untuk pembayaran bonus atlet PON 2021 nanti kita lihat di APBD induk 2026 sesuai kemampuan yang ada,” ujar Gubernur kepada wartawan di Manokwari, Senin (22/9/2025).
Dominggus mengakui, keterlambatan realisasi bonus dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah yang terbatas, terutama di tahun anggaran 2025.
Namun ia menekankan janji pemerintah harus ditepati.
“Janji itu harus pemerintah bantu. Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini, terutama di tahun 2025, cukup berat. Tapi harapan kita di 2025 bisa dibahas dalam perubahan, dan di tahun 2026 jika tidak ada lagi efisiensi sehingga kita bisa anggarkan,’’ tegasnya.
‘’Terutama bagi mereka yang berprestasi, sesuai dengan janji pemerintah kepada atlet. Siapapun Gubernur nanti, kita lanjutkan,” sambung Dominggus Mandacan.
Atlet Papua Barat sebelumnya menorehkan prestasi pada PON XXI di Papua. Namun hingga kini, bonus yang dijanjikan pemerintah belum terealisasi penuh.
Pemerintah daerah memastikan hak-hak atlet tetap menjadi perhatian utama dan akan dituntaskan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.(rustam madubun)













