Papua Barat

Haji Ali Baham Temongmere Ketua Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Persiapan Diperkuat Jelang Juni

409
×

Haji Ali Baham Temongmere Ketua Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Persiapan Diperkuat Jelang Juni

Sebarkan artikel ini
Drs Haji Ali Baham Temongmere, MTP, memberikan keterangan kepada wartawan seusai memimpin apel gabungan ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (19/12/2025). Ali Baham yang juga Sekda Papua Barat ditetapkan sebagai Ketua Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Manokwari pada Juni 2026.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Drs Haji Ali Baham Temongmere, MTP, didaulat sebagai Ketua Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan digelar di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Juni 2026 mendatang.

Ali Baham yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat sekaligus Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 mengatakan, amanah tersebut merupakan sebuah kehormatan besar yang diiringi tanggung jawab yang tidak ringan.

“Ini sebuah kehormatan dan kepercayaan. Tetapi di balik itu tentu ada tanggung jawab besar yang harus dipikul,” ujar Ali Baham saat ditemui wartawan seusai memimpin apel gabungan ASN Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kantor Gubernur Papua Barat, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, secara formal Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV adalah Sekda Provinsi Papua Barat. Karena itu, seluruh tanggung jawab kepanitiaan berada pada dirinya selaku Sekda.

Ali Baham mengungkapkan, Pesparawi Nasional sejatinya dijadwalkan berlangsung pada 2025. Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah, pelaksanaannya ditunda hingga tahun 2026.

“Waktunya sekarang semakin dekat. Diperkirakan pelaksanaannya pada minggu ketiga Juni 2026, sekitar tanggal 18, dan direncanakan akan dibuka langsung Bapak Presiden, Insyaallah,” katanya.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya persiapan yang matang dan solid, baik dari internal gereja maupun dukungan seluruh komponen masyarakat serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua Barat.

Ali Baham juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan kesiapan kepada Menteri Agama Republik Indonesia saat kunjungan kerja di Kota Sorong beberapa waktu lalu.

“Kami menyampaikan perkembangan persiapan dan juga hal-hal yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, termasuk undangan kepada Bapak Presiden melalui Menteri Agama,” ujarnya.

Terkait jumlah peserta, Ali Baham menyebutkan estimasi peserta Pesparawi Nasional XIV mencapai lebih dari 8.000 orang dari seluruh Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam penyediaan akomodasi dan transportasi.

“Keterbatasan akomodasi sudah kami inventarisir. Salah satu opsi adalah kerja sama dengan Pelni, seperti yang pernah dilakukan di Teluk Wondama, di mana peserta bisa menginap di atas kapal,” jelasnya.

Selain itu, panitia juga mempertimbangkan dukungan transportasi laut dan udara, termasuk kemungkinan dukungan dari TNI AL dan TNI AU, mengingat besarnya jumlah peserta yang akan datang ke Manokwari.

Ali Baham menyampaikan, dalam waktu dekat panitia akan menggelar rapat bersama secara menyeluruh, termasuk mengundang pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), guna memaparkan kesiapan dan pembagian peran masing-masing pihak.

“Kami ingin sebelum akhir tahun ini sudah ada rapat bersama, apalagi ini menjelang Natal dan Tahun Baru. Semua harus mengingat bahwa kita punya hajatan besar di tahun 2026,” katanya.

Ia menegaskan dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dari sisi penganggaran pada prinsipnya sudah ada. Tinggal memastikan pelaksanaannya berjalan optimal di daerah.

Menurut Ali Baham, Pesparawi Nasional XIV 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Papua Barat. Pasalnya, ini merupakan kali pertama Pesparawi Nasional digelar di Papua Barat setelah pemekaran provinsi.

“Ini sejarah. Karena itu harus sukses. Penyelenggaraannya harus sukses, peserta datang senang, pulang juga senang. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi harus kita raih,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari diharapkan menjadi tolok ukur dan membuka peluang penyelenggaraan event nasional serupa di wilayah Papua lainnya di masa mendatang.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini hajat bersama. Kita harus bergerak bersama dengan komitmen yang sama,” pungkas Ali Baham.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *