PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Fakfak menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Distrik Fakfak yang bertempat di Balai Kampung Wrikapal, Rabu (11/03/2026).
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., bersama Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT. Turut hadir pula anggota DPRK Fakfak Dapil 1, perwakilan Otsus, para Kepala Kampung, serta Lurah Fakfak Utara dan Fakfak Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRK Fakfak Dapil 1 secara resmi menyerahkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang dihimpun dari hasil reses untuk diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Samaun Dahlan dalam arahannya menekankan tiga poin penting yang harus menjadi perhatian serius Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait:
Pemanfaatan Lahan Pekuburan Covid-19, Menurut Samaun Dahlan, tempat pemakaman umum (TPU) di Jalan Kokas yang kian padat, sehingga perlu untuk penanganan area kuburan Covid-19 di Jalan Kadamber, Wagom Utara, agar bisa segera tangani untuk difungsikan sebagai makam umum.
“Lahan pekuburan tersebut memiliki luas 5 hektar, 2 hektar diperuntukkan bagi non-muslim dan 3 hektar untuk pekuburan muslim,” ujar Samaun Dahlan.
Bupati juga menyoroti persoalan penanganan kebersihan kota karena itu dia meminta Dinas PUPR2KP Fakfak lebih proaktif dalam menjaga kebersihan kota, termasuk pembersihan rutin rumput liar di sepanjang bahu jalan utama.
Selain masalah tata kota, persoalan air bersih menjadi sorotan utama. Bupati meminta adanya pembenahan total terhadap jaringan pipa yang sudah terpasang namun belum berfungsi maksimal (mubazir).
Sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, Pemkab Fakfak melalui skema kerja sama dengan Teknologi Kebumian ITB Bandung akan membangun sumur bor di tiga titik strategis, yakni : Distrik Fakfak, Distrik Fakfak Tengah dan Distrik Pariwari
Langkah ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini rentan terdampak kemarau panjang. (Enrico Letsoin)













