PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) terus mematangkan perencanaan pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai elemen strategis.
Dalam forum pembahasan per bidang yang dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRK, dan Lembaga Kultur, ditekankan pentingnya sinergi untuk memastikan dana Otonomi Khusus (Otsus) tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Fakfak, A Abdul Razak Ibrahim Rengen, S.H., M.Si., pada penutupan Forum OPD Tahun 2026, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Fakfak Tahun 2027, yang berlangsung di ruang rapat Bappedalitbang Fakfak.
Menurut A.R. Ibrahim Rengen, forum OPD yang berlangsung 2 hari dengan menghadirkan tokoh adat dan lembaga kultur bukan untuk mengintervensi teknis OPD, melainkan untuk mengawal agar penggunaan dana Otsus benar-benar bermuara pada kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP). Forum ini merupakan penajaman dari hasil Musrenbang guna menyelaraskan usulan OPD dengan aspirasi masyarakat adat.
Penyerahan Dokumen Pokok – Pokok Pikiran Lembaga Kultur Yang Diserahkan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apnel Hegemur, Kepada Pemerintah Daerah Yang Diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Fakfak, Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M., Dengan Didampingi Kepala Bappedalitbang Fakfak, Abdul Razak Ibrahim Rengen, S.H., M.Si. Kamis (02/04/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.
”Kehadiran teman-teman adat dan DPRK di forum OPD ini sangat bermakna. Mereka bisa melihat langsung usulan kerja sehingga prosesnya lebih konkret dibanding forum Musrenbang yang sifatnya lebih normatif,” ujar Kepala Bappeda.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain fokus pada dana Otsus, pemerintah daerah juga memaparkan sejumlah program strategis yang menjadi prioritas pada tahun anggaran 2027, di antaranya:
1./ Penyelesaian pembangunan jalan di wilayah Fakfak Timur, Goras, hingga Tuare.
2./ Pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di jalan Kadamber Wagom Utara (Pekubuan Covid) yang dinilai sebagai kebutuhan yang sangat mendesak (urgent).
3./ Peningkatan akses listrik dan air bersih bagi masyarakat.
4./ Pemberdayaan masyarakat adat melalui penguatan sektor riil dan padat karya untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
5./ Kesehatan dan Pendidikan yang tetap menjadi fokus utama dalam program strategis daerah yang sedang berjalan.
Pada penutupan forum OPD tersebut, Kepala Bappedalitbang A.R. Ibrahim Rengen, juga meminta seluruh OPD untuk membenahi data makro guna menciptakan perubahan nyata dalam tata kelola birokrasi. Pemerintah Kabupaten Fakfak menyatakan keterbukaan untuk terus berkolaborasi dengan semua pihak demi percepatan pembangunan di Kabupaten Fakfak. (Enrico Letsoin)













