Papua Barat

Menhan Tinjau Yonif TP 808/MM, Tekankan Peran Prajurit dalam Pembangunan Papua Barat

257
×

Menhan Tinjau Yonif TP 808/MM, Tekankan Peran Prajurit dalam Pembangunan Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertahanan RI
Kunjungi Batalyon Yonif TP 808/MM di Distrik Tomage, Fakfak - Papua Barat, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Disambut Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han. Jumat (30/05/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Komandan Korem 182/Jazira Onim (Danrem 182/JO), Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han., mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, dalam kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 808/Mbahammatta (Yonif TP 808/MM) di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (27/5/2026).

​Kunjungan kerja yang berlokasi di salah satu distrik terjauh (Distrik Tomage) di Kabupaten Fakfak ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan operasional satuan, progres pembangunan fasilitas, kesiapan personel, serta pelaksanaan program pembinaan teritorial di wilayah tersebut.

​Menhan Sjafrie beserta rombongan tiba menggunakan helikopter dan disambut hangat oleh Danrem 182/JO beserta jajaran. Turut hadir mendampingi Menhan dalam kunjungan ini, antara lain Wakil Panglima TNI, Pangkogabwilhan III, dan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian K. Tehuteru.

​Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie memeriksa berbagai fasilitas vital, mulai dari fasilitas latihan, barak prajurit, gudang munisi, hingga sarana pendukung operasional lainnya.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, Dalam Kunjungan Kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 808/Mbahammatta (Yonif TP 808/MM) di Distrik Tomage,  Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (27/5/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Selain itu, Menhan juga menerima paparan komprehensif terkait kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista), program latihan satuan, serta progres program ketahanan pangan masyarakat yang dikelola oleh batalyon.

​Di hadapan para prajurit, Menhan menegaskan pentingnya membangun postur prajurit yang profesional, disiplin, tangguh, dan adaptif. Karakter ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua Barat.

​”Kehadiran Yonif TP diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat sekitar melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga peternakan,” ujar Menhan Sjafrie.

​Melalui peninjauan ini, seluruh unsur pimpinan optimistis bahwa dengan kesiapan prajurit yang prima, Yonif TP 808/MM siap memberikan pengabdian terbaiknya demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *