Papua Barat

Pangdam Kasuari :  Tradisi Satu Tungku Tiga Batu,  Warisan Luhur Yang Harus Dijaga

199
×

Pangdam Kasuari :  Tradisi Satu Tungku Tiga Batu,  Warisan Luhur Yang Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini
Pangdam XVIII/Kasuari
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, Dalam Acara Tatap Muka Bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. Sabtu (30/05/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru bersama rombongan melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri agenda tatap muka bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak di Gedung Winder Tuare, Jumat (29/05/2026) malam.

Dalam suasana yang hangat dan akrab, dihadapan Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Forkopimda, Danrem 162/JO, Para Kepala OPD, Tokoh Masyarakat, Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Pangdam Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, menyampaikan rasa kagumnya terhadap filosofi hidup masyarakat Fakfak yang dikenal dengan sebutan “Satu Tungku Tiga Batu.”

​Mengawali arahannya, Pangdam sempat melontarkan pantun yang disambut hangat oleh para hadirin. Lelaki berdarah Maluku itu, menekankan bahwa tradisi luhur yang mencerminkan kerukunan umat beragama di Fakfak ini sangat layak untuk terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

​”Mari kita semua bersatu demi Fakfak yang maju dan sejahtera. Satu Tungku Tiga Batu ini saya lihat sangat bagus dan sepertinya harus dipertahankan. Ini merupakan warisan leluhur yang harus senantiasa ditularkan kepada anak cucu agar tradisi ini tidak hilang,” ujar Pangdam.

​Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Bintang Dua ini juga membagikan sekilas perjalanan karier militernya. Memiliki darah Maluku dan lahir di Jakarta, ia menghabiskan masa sekolahnya di Pekanbaru dan Jakarta sebelum menempuh pendidikan di Akademi Militer.

Sebagian besar masa tugasnya dihabiskan di jajaran Kostrad di wilayah Jawa Barat, sebelum akhirnya mendapat amanah di tanah Papua, mulai dari Kodam XVII/Cenderawasih, Kodam XVI/Pattimura, hingga kini memimpin Kodam XVIII/Kasuari.

​Pangdam mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kabupaten Fakfak ini menjadi pelengkap dari rangkaian kunjungan kewilayahannya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kedekatan geografis antara Fakfak dan Maluku, seperti wilayah Pulau Seram yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam menggunakan kapal, nilainya menjadi salah satu faktor yang membentuk pembauran dan keberagaman yang harmonis di Fakfak.

​Lebih lanjut, Pangdam mengapresiasi penjelasan Bupati Fakfak terkait kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. Menurutnya, kerukunan yang berakar dari nilai adat terbukti efektif dalam menjaga stabilitas keamanan.

​”Dengan adanya filosofi Satu Tungku Tiga Batu ini, kiranya dapat terus menjaga keamanan di daerah ini,” tambahnya.

​Menutup arahannya, Pangdam menegaskan komitmen Angkatan Darat dalam menjalankan tugas pertahanan wilayah, di mana salah satunya adalah dengan melihat dan menganalisis dinamika daerah melalui pendekatan komprehensif, termasuk aspek Astagatra demi menjaga kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *