Papua Barat

Pangdam Kasuari Tekankan Pengelolaan Koperasi dan Integrasi Program MBG di Fakfak

185
×

Pangdam Kasuari Tekankan Pengelolaan Koperasi dan Integrasi Program MBG di Fakfak

Sebarkan artikel ini
Pangdam XVIII/Kasuari
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru (Kanan) Bersama Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., Usai Melaksanakan Tatap Muka di Gedung Winder Tuara Fakfak. Sabtu (30/05/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang digulirkan oleh Presiden RI.

Langkah ini kata Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, sangat penting  demi mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Barat, khususnya di Kabupaten Fakfak.

​Hal tersebut disampaikan Pangdam Kasuari dalam acara tatap muka bersama Pemerintah Kabupaten Fakfak, yang dihadiri Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, Forkopimda, Danrem, Ketua DPRK Fakfak, Para Kepala OPD, Para Tokoh Masyarakan dan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta. Pertemuan tersebut berlangsung berlangsung di Gedung Winder Tuare, Jumat malam (29/05/2026).

​Dalam arahannya, Pangdam menyebutkan sejumlah program strategis yang kini tengah digulirkan pemerintah pusat, antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Koperasi Nelayan Merah Putih, pembangunan jembatan, hingga program Manunggal Air.

​”Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus. Saya rasa akan sangat rugi apabila kita tidak mendapatkannya, karena semuanya disiapkan, dibangunkan, dan diperlengkapi oleh negara,” ujar Pangdam.

​Jenderal Bintang Dua berdarah Maluku itu,  mencontohkan, untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, negara akan memfasilitasi sarana lengkap berupa cold storage, mesin pembuat es batu, hingga armada truk pengangkut.

​Namun, Pangdam mengingatkan bahwa salah satu syarat utama realisasi program ini adalah kesiapan lahan di tingkat desa, kelurahan, atau kampung. Lahan yang disediakan harus berstatus klir dan tidak perlu dibeli, karena peruntukannya sepenuhnya demi kepentingan masyarakat.

​”Maka dari itu, perlu adanya sosialisasi dari awal. Cek ke masyarakat, mana yang mau dan siap. Jika sudah siap, segera dilaporkan. Sehingga begitu portal usulan dibuka kembali, kita bisa langsung menyampaikannya berdasarkan skala prioritas dari Bapak Bupati,” tambahnya.

Selain kesiapan fisik, Pangdam secara khusus menyoroti pentingnya manajemen dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi sejak dini. Dia berharap, saat infrastruktur koperasi diresmikan 100 persen, para pengelola di kampung-kampung sudah siap beroperasi tanpa harus menghabiskan waktu untuk pelatihan dasar lagi.

​”Desa atau kampung harus memilih orang-orang yang tepat, yang bekerja dengan hati. Koperasi ini bukan milik perorangan yang memegang jabatan, melainkan milik seluruh anggota. Semua keputusan harus diambil berdasarkan hasil rembukan bersama,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Pangdam memaparkan konsep integrasi ekonomi lokal. Keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya diharapkan menjadi wadah bagi mama-mama Papua untuk menjual hasil buminya tanpa perlu menempuh jarak jauh ke pasar kota. Koperasi tersebut yang kemudian akan menyalurkan komoditas lokal ke sektor-sektor potensial, salah satunya menjadi pemasok utama bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​”Perputaran ekonominya di dalam daerah sendiri, dari pasar atau mama-mama ke koperasi, lalu koperasi menjualnya ke MBG. Dengan begitu, timbul kemandirian pangan,” jelasnya.

​ Pangdam Mayjen TNI Christian K. Tehuteru, juga menyinggung kehadiran satuan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP 808/Mabaham Matta) di Bomberay yang saat ini sudah mulai berjalan. Dia meluruskan pandangan keliru yang mempertanyakan keterlibatan aparat dalam sektor ketahanan pangan dan pertanian.

Menurutnya, hal tersebut merupakan taktik percepatan dari Presiden untuk membantu masyarakat mengoptimalkan lahan-lahan tidur agar lebih produktif. “Kehadiran mereka (Yonif TP 808/MM) di sini (Bomberay) adalah untuk membantu masyarakat. Kalau ada lahan tidur, mari kita kerjasamakan untuk dibuka. Harapannya, seluruh kebutuhan di kawasan ini dapat terpenuhi secara mandiri,” tutup Pangdam Kasuari.(Enrico)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *