NasionalPapua Barat

Enam Kali Juara Umum, Sulawesi Utara Kukuhkan Dominasi di Pesparawi Nasional

1566
×

Enam Kali Juara Umum, Sulawesi Utara Kukuhkan Dominasi di Pesparawi Nasional

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama didampingi Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., menyerahkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia kepada kontingen Sulawesi Utara yang dinobatkan sebagai juara umum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026, pada acara penutupan di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).FOTO: TANGKAPAN LAYAR SIARAN LANGSUNG PESPARAWI NASIONAL XIV.

 

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Kontingen Sulawesi Utara tampil sebagai juara umum pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang ditutup di Lapangan Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).

Prestasi tersebut menegaskan konsistensi Sulawesi Utara sebagai salah satu kekuatan utama dalam ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional.

Keberhasilan Sulawesi Utara dipastikan pada malam penutupan setelah kontingen berjuluk Nyiur Melambai menyapu bersih medali emas di empat kategori bergengsi, yakni Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Musik Gereja Nusantara, dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

Capaian itu sekaligus mengantarkan Sulawesi Utara meraih gelar juara umum Pesparawi Nasional untuk keenam kalinya sepanjang sejarah penyelenggaraan hingga tahun 2026.

Sebelumnya, provinsi tersebut juga menjadi juara umum pada Pesparawi II (1987), IV (1993), V (1996), VI (2000), dan IX (2009), dan tahun ini ke XIV.

Keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat masyarakat Sulawesi Utara yang dikenal melalui falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia baru dapat disebut manusia apabila mampu memanusiakan manusia lain.

Nilai itu tercermin dalam semangat kebersamaan, pelayanan, dan sportivitas yang ditunjukkan sepanjang kompetisi.

Pesparawi Nasional XIV mempertemukan ribuan peserta dari 38 provinsi di Indonesia sejak 18 hingga 28 Juni 2026.

Selama lebih dari sepekan, Manokwari menjadi ruang perjumpaan bagi insan paduan suara gerejawi dari berbagai daerah, mulai dari Papua Selatan hingga Aceh.

Selain menjadi ajang perlombaan, Pesparawi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas budaya, suku, dan daerah.

Bagi masyarakat Manokwari, kehadiran seluruh kontingen telah menghadirkan suasana kebersamaan yang meninggalkan kesan mendalam.

Pemerintah dan masyarakat Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menjadikan Manokwari sebagai rumah selama pelaksanaan Pesparawi.

Kota yang dikenal sebagai Kota Injil itu diharapkan meninggalkan kenangan indah bagi setiap peserta yang kembali ke daerah asalnya.

“Manokwari untuk semua, semua untuk Manokwari,” menjadi pesan penutup yang menggambarkan semangat keterbukaan dan persaudaraan yang terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV.

Estafet penyelenggaraan selanjutnya akan beralih ke Provinsi Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XV pada tahun 2029.

Daftar Juara Umum Pesparawi Nasional

  • 1983 (DKI Jakarta) — DKI Jakarta
  • 1987 (Tomohon, Sulawesi Utara) — Sulawesi Utara
  • 1990 (Semarang, Jawa Tengah) — DKI Jakarta
  • 1993 (Palangka Raya, Kalimantan Tengah) — Sulawesi Utara
  • 1996 (Surabaya, Jawa Timur) — Sulawesi Utara
  • 2000 (DKI Jakarta) — Sulawesi Utara
  • 2003 (Makassar, Sulawesi Selatan) — Maluku
  • 2006 (Medan, Sumatera Utara) — Maluku
  • 2009 (Samarinda, Kalimantan Timur) — Sulawesi Utara
  • 2012 (Kendari, Sulawesi Tenggara) — Papua Barat
  • 2015 (Ambon, Maluku) — Maluku
  • 2018 (Pontianak, Kalimantan Barat) — Papua Barat
  • 2022 (DI Yogyakarta) — Sumatera Utara
  • 2026 (Manokwari, Papua Barat) — Sulawesi Utara
  • 2029 (Sulawesi Tengah) — Akan diselenggarakan.(rustam madubun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *