Papua Barat

Bupati Fakfak Targetkan Angka Pengangguran Turun Melalui Tiga Investasi Besar

269
×

Bupati Fakfak Targetkan Angka Pengangguran Turun Melalui Tiga Investasi Besar

Sebarkan artikel ini
Pemda Fakfak
Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP. Kamis (09/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen penuh memanfaatkan gelombang investasi yang masuk ke daerah untuk mengentaskan angka pengangguran. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, ditargetkan tingkat pengangguran di Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat dapat ditekan hingga titik terendah melalui tiga sektor investasi strategis yang masuk di wilayah ini (Fakfak).

​Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Fakfak saat membuka Sidang Sidang Komisi Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) PT STM Agro Energi, yang berlangsung di Ballroom lantai 5 Hotel Grand Papua Barat, Kamis (09/07/2026).

Menurutnya, tiga investasi besar yang menjadi tumpuan utama pemerintah daerah meliputi sektor perkebunan kelapa sawit di Tomage dan Bomberay, Proyek Pabrik Pupuk Kaltim di Tomage, serta sektor minyak dan gas (Migas) Lapangan Ubadarai. .

​”Target saya, satu dua tahun ke depan insya Allah, tidak ada lagi tingkat pengangguran di Kabupaten Fakfak melalui investasi yang masuk ini, bahkan untuk Migas targetnya di tahun 2028 Fakfak sudah sebagai daerah penghasil dan menghasilkan DBBH,” ujar Bupati tegas.

​Guna memastikan investasi tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk memperketat pengawasan data. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan arus pendatang dari luar daerah seiring masuknya investasi.

​Bupati meminta Disdukcapil memastikan validitas data kependudukan, sementara Disnaker diwajibkan menyiapkan basis data matang terkait anak-anak daerah yang siap kerja.

​”Kalian siapkan data itu, sehingga kalau perusahaan meminta tenaga kerja, saya tinggal minta ke Kadis Tenaga Kerja untuk mengirimkan borang yang ada. Ini komitmen pemerintah, jangan sampai begitu investasi masuk, anak-anak kita dan masyarakat yang tinggal di Fakfak hanya menjadi penonton. Saya tidak mau seperti itu,” tambahnya.

​Lebih lanjut, komitmen perlindungan tenaga kerja lokal ini juga diminta untuk dimasukkan secara resmi ke dalam dokumen AMDAL sebagai jaminan hukum dan bentuk perhatian serius pemerintah.

​Dalam kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada masyarakat Tomage dan Bomberai, khususnya para pemilik hak ulayat yang telah mendukung jalannya investasi. Terkait adanya dinamika atau protes di lapangan, Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap fokus pada dampak jangka panjang.

​Orang nomor satu di Fakfak yang akrab disapa SD (Samaun Dahlan) menjelaskan terkait investasi Sawit bahwa lahan yang digunakan merupakan kawasan hamparan tandus yang kemudian direkayasa agar produktif untuk kelapa sawit tanpa merusak lingkungan. Sektor perkebunan ini diproyeksikan mampu menyerap 4.000 hingga 5.000 tenaga kerja setempat.

​”Tujuan kita adalah menaikkan taraf hidup masyarakat, menurunkan pengangguran, sehingga perputaran ekonomi daerah berjalan bagus. Ini adalah tujuan utama dari investasi yang kita bawa ke Fakfak,” tututpnya.(Enrico)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *