Papua Barat

Realisasikan Janji Politik, Bupati Fakfak Tuntaskan Program Kelistrikan Gratis dan Infrastruktur Jalan

290
×

Realisasikan Janji Politik, Bupati Fakfak Tuntaskan Program Kelistrikan Gratis dan Infrastruktur Jalan

Sebarkan artikel ini
Bupati Fakfak
Bupati Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, Ketika Hadir di Kampung Sum, Meresmikan Listrik 24 Jam Untuk Distrik Teluk Patipi. 10/07/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus bergerak cepat dalam memenuhi janji politiknya kepada masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan energi listrik. Hal ini ditegaskan Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., dalam acara peresmian (launching) jaringan listrik 24 jam penuh di Kampung Sum, Distrik Teluk Patipi, Rabu kemarin (08/07/2026).

​Di hadapan warga Teluk Patipi yang hadir menyaksikan launching listrik 24 jam, Bupati Fakfak menyampaikan kehadiran listrik 24 jam dan peningkatan akses jalan darat merupakan komitmen utama jajaran pemerintah daerah untuk menyejahterakan masyarakat.

​”Terkait urusan listrik ini, perlu saya sampaikan bahwa ini adalah janji politik saya bersama Bapak Wakil Bupati. Begitu kami terpilih, janji-janji inilah yang tertanam di hati kami untuk segera diwujudkan,” ujar Bupati.

Bupati memaparkan, selain sektor kelistrikan, peningkatan jalan yang dulunya rusak berat (jalan Tiktok) kini terus digenjot agar berubah menjadi jalan mulus.Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, progres pengerjaan jalan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.

​Sementara itu kata Bupati, untuk sektor kelistrikan, Pemkab Fakfak berkolaborasi erat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero). Setelah Teluk Patipi menikmati listrik 24 jam mulai hari ini, program serupa dijadwalkan akan segera menyusul di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage.

​Menyikapi masih adanya sekitar 700-an rumah di Teluk Patipi yang belum teraliri arus listrik, Bupati menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kampung untuk segera merapikan data warga.Dia menargetkan seluruh rumah yang tersisa harus sudah terpasang listrik pada tahun ini secara kreatif dan masif.

​”Pemasangan instalasi, penarikan kabel masuk, sampai lampu menyala pertama kali, semuanya gratis! Namun, setelah satu bulan menikmati listrik, masyarakat wajib membayar iuran bulanan karena operasional mesin dan bahan bakar tentu membutuhkan biaya,” tegas Bupati.

Tak hanya menyasar wilayah daratan, perhatian Pemkab Fakfak dan Kementerian ESDM juga menyentuh masyarakat yang berada di wilayah pulau-pulau mulai dari Karas, Pulau Tiga, hingga Tomage.

​Pada tahun ini kata Bupati, wilayah kepulauan Fakfak mendapat alokasi pembangunan 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat dengan nilai anggaran yang fantastis, mencapai Rp197 Miliar.

Guna memastikan keberlanjutan operasional PLTS tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak mengambil langkah strategis dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Pemkab telah mengirimkan dua orang pemuda dari tiap-tiap kampung untuk mengikuti pelatihan teknis langsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu.

​”Anak-anak kita ini sudah pulang dari pelatihan dan siap mengoperasikan PLTS tersebut ketika selesai dibangun. Tidak hanya itu, kemarin saya kembali mengirimkan 25 orang anak muda generasi milenial ke Cepu untuk mengikuti pelatihan lanjutan terkait kesiapan daerah menyambut rencana proyek strategis nasional migas dan pabrik pupuk,” jelas Bupati.

​Bupati menegaskan bahwa seluruh biaya pelatihan tersebut ditanggung penuh oleh Kementerian ESDM. Langkah ini diambil sebagai komitmen daerah untuk memprioritaskan dan memberdayakan anak-anak asli Fakfak agar memiliki keahlian dan siap menjadi motor pembangunan di negerinya sendiri.(Enrico)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *