Papua Barat

Pemprov Papua Barat Dukung Digitalisasi Pembayaran Lewat Festival First Kasuari 2026

433
×

Pemprov Papua Barat Dukung Digitalisasi Pembayaran Lewat Festival First Kasuari 2026

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani membacakan sambutan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada pembukaan Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari (First Kasuari) Tahun 2026 di Atrium Manokwari City Mall, Manokwari, Jumat (10/7/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.-MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat mendukung pelaksanaan Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari (First Kasuari) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap rupiah sekaligus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat Drs, Dominggus Mandacan, M.Si melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, SH., M.Si pada pembukaan First Kasuari 2026 di Atrium Manokwari City Mall, Jumat (10/7/2026).

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani bersama perwakilan Bank Indonesia, Wakil Bupati Manokwari dan unsur Pimpinan Daerah (Forkopimda) menabuh tifa sebagai tanda resmi dibukanya Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari (First Kasuari) Tahun 2026 di Atrium Manokwari City Mall, Manokwari, Jumat (10/7/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

Dalam sambutannya, Lakotani mengatakan kegiatan yang mengusung tema “Rupiah Menginspirasi, Generasi Berprestasi, Digitalisasi Mengakselerasi” merupakan wujud sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mendukung program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

“Melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti booth edukasi rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, pojok inflasi, talkshow, perlombaan, hiburan, hingga showcase produk karya CBP Rupiah, kami meyakini kegiatan ini akan semakin menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap mata uang rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Lakotani membacakan sambutan Gubernur.

Ia menilai perkembangan teknologi dan transformasi digital menuntut peningkatan literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Karena itu, festival tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang aman, mudah, dan terpercaya.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peningkatan literasi digital di bidang sistem pembayaran diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, lanjut Lakotani, akan terus mendukung berbagai program Bank Indonesia di wilayah Papua Barat. Sinergi tersebut diharapkan semakin diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital.

Ia juga mengajak seluruh peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha hingga masyarakat umum, untuk memanfaatkan kegiatan First Kasuari 2026 sebagai sarana edukasi dan memperluas wawasan mengenai pengelolaan rupiah serta penggunaan sistem pembayaran digital secara bijak.

“Semoga ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengelola dan memperlakukan rupiah dengan baik serta memanfaatkan teknologi pembayaran digital secara bijak,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur Mohamad Lakotani mewakili Gubernur Papua Barat secara resmi membuka Festival Rupiah dan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Bumi Kasuari (First Kasuari) Tahun 2026.

Festival tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mempercepat digitalisasi ekonomi serta meningkatkan kecintaan terhadap rupiah di Papua Barat.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *