Papua Barat

​666 Tahun Islam di Tanah Papua: Wagub Tegaskan Pentingnya Menjaga Persaudaraan dan Inklusivitas

584
×

​666 Tahun Islam di Tanah Papua: Wagub Tegaskan Pentingnya Menjaga Persaudaraan dan Inklusivitas

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Pada Peringatan 666 Tahun Islam di Tanah Papua. Sabtu (08/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. ​FAKFAK – Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa peringatan masuknya Islam ke Tanah Papua bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang sejarah, melainkan momentum penting untuk memperkuat tali persaudaraan, nilai toleransi, dan pembangunan inklusif di seluruh wilayah Papua.

​Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat,  Mohamad Lakotani dalam sambutannya pada acara Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua yang berlangsung di RTH Ma’ruf Amin, areal reklamasi pantai Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Provinsi Papua dan Papua Barat, pimpinan daerah, Forkopimda, tokoh adat, para alim ulama, serta lintas tokoh agama.

​Wakil Gubernur Papua Barat,  menekankan pentingnya merawat filosofi lokal “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai pedoman hidup bermasyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

​”Keberagaman bukanlah alasan untuk kita saling menjauh, melainkan kekuatan untuk saling mengisi dan melengkapi demi indahnya kehidupan bersama. Kerukunan umat beragama di Papua Barat adalah modal sosial yang sangat penting,” ujar Wagub Mohamad Lakoni, dihadapan umat Muslim yang hadir memenuhi RTH Ma’ruf Amin.

Umat Islam di Fakfak Hadiri Peringatan 666 Tahun Islam di Tanah Papua Yang Berlangsung di RTH Ma’ruf Amin Kabupaten Fakfak. Sabtu (08/08/2026). FOTO : ENRICO. PAPUADALAMBERITA.COM.

​Wakil Gubernur menyampaikan tiga arahan utama bagi seluruh elemen masyarakat dan umat Islam di Papua Barat pada momentum ini:

1./ Memperkuat Keimanan dan Ketaqwaan: Menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai dasar moral dalam bertindak.

​2./ Memperkokoh Persaudaraan dan Toleransi: Menjaga kerukunan antarumat beragama agar Tanah Papua tetap menjadi rumah yang aman dan inklusif bagi semua pihak.

​3./ Gerakan Bersama Pembangunan Umat: Mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi warga, pembentukan karakter generasi muda, serta kepedulian terhadap lingkungan.

​Secara khusus, Mohamad Lakotani memberikan pesan mendalam kepada para generasi muda Islam di Papua agar menjadi penerus bangsa yang memiliki keimanan kuat, berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap Tanah Papua dan NKRI.

​Suasana hangat dibawah terik matahari pagi yang menyinari Kota Fakfak, Wakil Gubernur menyampaikan pantun yang menekankan pesan kedamaian, persaudaraan, dan nilai kerukunan di Tanah Papua.(Enrico)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *