PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Persoalan rangkap jabatan di sejumlah organisasi kembali menjadi sorotan.
Menanggapi hal tersebut, Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohammad Lakotani, SH., M.Si menegaskan bahwa posisi yang diembannya merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab, bukan untuk mencari keuntungan atau kepentingan pribadi.
Baca juga: Lakotani Janji Benahi Tata Kelola KONI Papua Barat
Baca juga: MOLA Didukung 23 Cabor dan 4 KONI Kabupaten
“Ini kepercayaan. Kalau saya memimpin organisasi yang lain, ada organisasi lain yang saya pimpin, itu kepercayaan yang dikasih, tanggung jawab yang dikasih,” ujarnya.
Komitmen tersebut disampaikan Lakotani didampingi Ketua Tim Kerja Mohammad Lakotani (MOLA), Melkias Werinussa, kepada wartawan di Manokwari, Jumat (21/8/2026).
Ia menegaskan, tidak ada niat memanfaatkan jabatan di organisasi lain untuk memperoleh keuntungan maupun kepentingan tertentu.
Menurut dia, rangkap tanggung jawab justru menambah beban tugas yang harus dijalankan.
“Tidak ada niatan untuk kemudian dari sana mencari keuntungan atau kepentingan di sana, sama sekali tidak ada. Malah sebetulnya menambah tugas, tanggung jawab,” katanya.
Ia juga meminta publik melihat rekam jejak organisasi yang dipimpinnya untuk menilai apakah selama ini terdapat persoalan dalam pengelolaannya.
Menurut dia, tanggung jawab tersebut tetap dijalankan meski harus mengorbankan waktu dan tenaga.
Ia mencontohkan keterlibatannya dalam kegiatan Pramuka.
Seusai menghadiri penutupan Jambore di Cibubur, ia langsung menuju bandara dan terbang kembali ke Manokwari.
Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan kegiatan Pramuka, termasuk persoalan transportasi.
Menurut dia, semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pimpinan organisasi.
Hal serupa, kata dia, juga dilakukan saat menjalankan tugas di Palang Merah Indonesia (PMI).
Ia mengaku pernah menggunakan uang pribadi ketika kas kantor darah mengalami kekosongan.
“Pada saat-saat tertentu ketika terjadi kekosongan kas kantor darah, itu saya kasih keluar duit pribadi saya. Nanti bendahara sudah ada uang, baru ganti saya punya duit,” ujarnya.
Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan semata-mata karena tanggung jawab, bukan untuk mendapatkan keuntungan.
“Ini soal tanggung jawab saja,” katanya.
Terkait persoalan rangkap jabatan, ia menyatakan siap mengambil langkah mundur apabila memang terdapat aturan hukum atau regulasi yang dilanggar.
“Dan kalau harus mundur, saya akan mundur,” tegasnya.
Namun, selama tidak ada ketentuan hukum yang dilanggar, ia memastikan akan tetap menjalankan tanggung jawabnya.
Ia bahkan menyatakan akan terus maju dalam upaya pembinaan olahraga melalui organisasi yang dipimpinnya.
“Yang jelas besok saya akan maju dan kita akan lakukan pembinaan ini. Tidak ada keragu-raguan itu,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa seluruh aktivitas tersebut akan dijalankan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Sepanjang tidak ada aturan hukum yang dilanggar, sepanjang tidak ada regulasi yang kita tabrak,” katanya.(rustam madubun)













