OlahragaPapua Barat

Lakotani Janji Benahi Tata Kelola KONI Papua Barat

607
×

Lakotani Janji Benahi Tata Kelola KONI Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Calon Ketua Umum KONI Papua Barat Mohammad Lakotani didampingi Ketua Tim Kerja MOLA Melkias Werinussa saat memberikan keterangan kepada wartawan di Manokwari, Jumat (21/8/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

MANOKWARI, PAPUADALAMBERITA.COM– Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohammad Lakotani, SH., M.Si berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi dan pembinaan olahraga jika dipercaya memimpin KONI Papua Barat.

Komitmen tersebut disampaikan Lakotani didampingi Ketua Tim Kerja Mohammad Lakotani (MOLA), Melkias Werinussa, kepada wartawan di Manokwari, Jumat (21/8/2026).

Menurut Lakotani, Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Papua Barat harus menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah.

Ia mengatakan, pembenahan akan dilakukan sejak awal masa kepengurusan, termasuk melakukan evaluasi terhadap struktur dan kinerja organisasi secara menyeluruh.

“Kita harus melakukan perbaikan tata kelola olahraga dan tata kelola KONI Papua Barat sejak awal masa bakti. Kalau diperlukan, langkah-langkah tegas harus dilakukan untuk menciptakan suasana dan semangat baru,” ujar Lakotani.

Lakotani mengatakan seluruh cabang olahraga (cabor) akan mendapatkan ruang untuk berkembang. Salah satu program yang disiapkan adalah mendorong setiap cabor menyelenggarakan sedikitnya satu kali kejuaraan daerah (kejurda) dalam satu periode kepengurusan selama empat tahun.

Menurut dia, Kejuaraan Daerah (Kejurda) penting untuk menjadi sarana menjaring atlet potensial dari berbagai daerah sekaligus memastikan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.

“Cabor harus diberdayakan secara maksimal. Kita harus memiliki sistem untuk menjaring dan membina atlet-atlet potensial dari daerah,” katanya.

Dalam kepengurusan mendatang, Lakotani juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara KONI dengan seluruh cabor.

Ia mengatakan, pengelolaan organisasi tidak boleh bertumpu pada satu atau beberapa pihak. Setiap pengurus cabor harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan bertanggung jawab terhadap kemajuan olahraga Papua Barat.

“Kepercayaan, komunikasi yang intens, dan tanggung jawab kolektif harus menjadi dasar dalam mengelola organisasi. Tidak boleh ada dominasi sepihak,” ujar Lakotani.

Lakotani juga menjanjikan pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan terukur. Menurut dia, setiap anggaran yang dialokasikan untuk pembinaan olahraga harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet.

Dukungan anggaran, kata dia, harus diarahkan kepada program yang memiliki target dan indikator prestasi yang jelas.

“Setiap anggaran yang dialurkan harus terukur hingga tingkat atlet dan berorientasi pada pencapaian prestasi nyata,” katanya.

Ia menambahkan, KONI akan memberikan dukungan penuh kepada cabor yang memiliki komitmen terhadap program pembenahan dan peningkatan prestasi.

Selain tata kelola dan anggaran, Lakotani menilai kualitas sumber daya manusia di dalam kepengurusan menjadi faktor penting.

Karena itu, ia berkomitmen melibatkan figur-figur yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kepedulian terhadap perkembangan olahraga.

“Pengurus harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami dan peduli terhadap dunia olahraga,” ujar Lakotani.

Ia berharap pembenahan tersebut dapat membangun sistem pembinaan atlet yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan sehingga prestasi olahraga Papua Barat dapat kembali meningkat.

Musprov KONI Papua Barat, menurut Lakotani, bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk membangun kembali fondasi pembinaan olahraga daerah.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *