PAPUADALAMBERITA.COM, FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus sosialisasi penanganan dan pengolahan hasil perikanan di Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur , Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Kamis–Jumat (20–21/8/2026) ini merupakan bagian dari program unggulan Kementerian Transmigrasi.
Dipimpin oleh Kelompok 1 TEP yang diketuai oleh Kasmiati, S.TP., MP., Ph.D. (Dosen Universitas Hasanuddin), kegiatan ini bertujuan menggali potensi perikanan daerah serta meningkatkan pemahaman warga lokal dalam mengolah hasil tangkapan. Tim ini beranggotakan lima orang lulusan dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan STIE YKP Yogyakarta.
Pada hari pertama, Kamis (20/8/2026), sebanyak 40 warga Kampung Saharey antusias mengikuti sesi FGD. Forum ini menjadi wadah interaktif bagi masyarakat untuk menyerap informasi sekaligus menyampaikan kondisi real, potensi, hingga kendala yang mereka hadapi dalam memanfaatan sumber daya laut.
Penyampaian Materi Penanganan dan Pengolahan Hasil Perikanan Kepada Warga Kampung Saharey. Selasa (25/08/2026). FOTO : ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.
Narasumber FGD, Ade Wahyul Fajri Alimin, S.Pi., M.Sc., menekankan pentingnya teknik penanganan pascatangkap guna menjaga mutu dan kualitas ikan. Dia juga memaparkan peluang diversifikasi produk olahan perikanan. ”Hasil tangkapan masyarakat sebaiknya tidak hanya dijual segar, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah (value-added products) demi meningkatkan pendapatan,” ujar Ade Wahyul Fajri Alimin..
Turut hadir memberikan pandangan, Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samai, S.E., yang menyoroti pemetaan potensi wilayah agar pengembangan sektor perikanan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Kepala Kampung Weri, Kepala Kampung Saharey, Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara berlanjut pada Jumat (21/8/2026) dengan agenda sosialisasi pendalaman materi yang dipimpin langsung oleh Kasmiati bersama Ade Wahyul Fajri Alimin. Pada sesi ini, peserta diajak memahami secara lebih terperinci langkah-langkah praktis penanganan mutu ikan serta peluang bisnis dari olahan perikanan bernilai ekonomi tinggi.
Rangkaian FGD dan sosialisasi ini merupakan tahap awal teoretis sebelum masyarakat melangkah ke sesi pelatihan praktik secara langsung. Melalui pendampingan ini, Tim Ekspedisi Patriot berharap warga Kampung Saharey mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk mengoptimalkan potensi kelautan di daerah mereka secara berkelanjutan.(rls)













