PAPUADALAMBERITA.COM, FAKFAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Fakfak terutama di Distrik Bomberay dan Tomage, Papua Barat, sejak Juni 2026 lalu hingga kini terus meluas. Titik api dilaporkan kian mendekati Kampung Mitimber, Distrik Mbahamdandara.
Dampak dari karhutla tersebut membuat kawasan Distrik Bomberay dan Tomage kini diselimuti kabut asap yang cukup tebal. Kapolsek Bomberay, Iptu Aldin La Adi, S.H., membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Selasa (25/8/2026).
“Benar, saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi. Kabut asap tampak memutihkan pandangan di sepanjang jalan pemukiman warga hingga area perkebunan,” ungkap Aldin.
Kendati demikian, Diia menambahkan bahwa jarak pandang dan aksesibilitas lalu lintas di kedua distrik (Bomberay dan Tomage) tersebut masih dalam batas aman dan bisa dilalui kendaraan.
Meski aktivitas harian warga belum sepenuhnya lumpuh, paparan asap yang berlangsung selama dua bulan terakhir mulai berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dr. Maulana K. Patiran, menyebutkan bahwa sebagian warga di Distrik Tomage mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sementara itu, kondisi kesehatan warga di Distrik Bomberay dilaporkan masih relatif aman.
“Laporan dari Puskesmas Tomage sudah ada warga yang terserang ISPA, sementara Bomberay dilaporakan belum ada warga yang terserang ISPA,” ungkap dr. Maulana Patiran.
Menanggapi risiko dampak asap tersebut, dr. Maulana memastikan stok masker di Puskesmas Bomberay maupun Puskesmas Tomage sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama beberapa pekan ke depan.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Puskesmas Bomberay. Abdul Aziz, mengonfirmasi bahwa saat ini tersedia sebanyak 2.000 lembar masker yang siap dibagikan.
“Kami dalam waktu dekat akan mendistribusikan 2.000 masker ini kepada masyarakat guna meminimalisasi dampak buruk akibat menghirup asap karhutla,” ujarnya.
Dinkes Fakfak juga mengimbau warga di Distrik Bomberay dan Tomage untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, serta wajib mengenakan masker saat harus beraktivitas di ruang terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak terus berupaya memadamkan titik api serta mengendalikan sebaran asap agar tidak meluas ke wilayah lain.(Enrico)













