NasionalPapuaPapua BaratPapua Barat Daya

Di Tengah Perjalanan Pulang, Wagub Ahmad Nausrau Berhenti untuk NTT

1216
×

Di Tengah Perjalanan Pulang, Wagub Ahmad Nausrau Berhenti untuk NTT

Sebarkan artikel ini
2. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyerahkan bantuan kepada perwakilan warga asal NTT untuk disalurkan kepada korban bencana di NTT, di Kota Sorong, Rabu (26/8/2026). FOTO: TIM MEDIA WAGUB PBD

PAPUADALAMBERITA.COM.SORONG – Perjalanan pulang Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau pada Rabu (26/8/2026) siang mendadak terhenti.

Bukan karena urusan kedinasan. Dari dalam kendaraan, Ahmad melihat sejumlah warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menggalang dana di salah satu sudut Kota Sorong.

Mereka mengumpulkan bantuan untuk saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana alam di NTT.

Ahmad kemudian meminta kendaraan berhenti.

Ia turun, menghampiri warga, dan berbincang sejenak dengan mereka.

1. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau berbincang bersama warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggalang dana untuk membantu korban bencana di NTT, di Kota Sorong, Rabu (26/8/2026). FOTO: TIM MEDIA WAGUB PBD

Di tengah kesibukan penggalangan dana, Ahmad mendengarkan cerita warga tentang aksi solidaritas yang mereka lakukan untuk membantu keluarga dan sesama warga NTT yang tengah menghadapi musibah.

Pertemuan singkat itu menjadi lebih dari sekadar kunjungan.

Ahmad menyampaikan duka cita atas bencana yang terjadi di NTT.

Ia mendoakan warga yang kehilangan anggota keluarga serta mereka yang terdampak agar diberi kekuatan dan ketabahan.

“Semoga semua ini cepat berlalu, situasi segera kembali kondusif, dan masyarakat di NTT bisa kembali menjalani aktivitas serta kehidupan seperti biasanya,” kata Ahmad.

Ahmad tak hanya datang memberikan dukungan moral.

Ia juga menitipkan bantuan dana untuk disalurkan kepada para korban bencana.

Bagi Ahmad, apa yang dilakukan warga NTT di Sorong menunjukkan bahwa jarak bukan penghalang untuk peduli.

Mereka yang berada ribuan kilometer dari lokasi bencana tetap memilih turun ke jalan, meluangkan waktu, tenaga, dan mengajak sesama untuk membantu.

“Semangat solidaritas seperti ini perlu terus dipelihara,” demikian pesan yang disampaikan Ahmad.

Dari Sorong, kepedulian itu kemudian bergerak lebih jauh menuju NTT, kepada mereka yang sedang berjuang melewati masa sulit.

Sebuah aksi sederhana di tepi perjalanan pulang itu menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kehadiran tidak selalu berarti harus berada di lokasi musibah. Kadang, cukup dengan berhenti sejenak, menyapa, dan ikut membantu.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *