Papua

Menjangkau Warga hingga Kampung, TEP ITB Bangun Kesadaran Kesehatan dan Literasi Digital di Yapsi

31
×

Menjangkau Warga hingga Kampung, TEP ITB Bangun Kesadaran Kesehatan dan Literasi Digital di Yapsi

Sebarkan artikel ini
Papua
TEP Kluster Kesehatan Institut Teknologi Bandung (ITB) Perluas Edukasi Kesehatan dan Sosialisasi Lerehfarma.id Bagi Masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Rabu (21/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. JAYAPURA – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kluster Kesehatan Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali memperluas sasaran edukasi kesehatan dan sosialisasi Lerehfarma.id bagi masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Taqwa Bangun pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ini diikuti oleh perwakilan warga Kampung Taqwa Bangun dan Kampung Kwarja, yang terdiri atas perangkat kampung, tenaga kesehatan, kader kesehatan, Karang Taruna, dan anggota PKK.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Tim Ekspedisi Patriot Kluster Kesehatan ITB untuk meningkatkan literasi kesehatan dan memperluas akses masyarakat terhadap informasi layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain sosialisasi website Lerehfarma.id, kegiatan juga mencakup pemaparan hasil survei lapangan, edukasi sanitasi dan pemeriksaan pH air, serta edukasi pencegahan dan penanganan penyakit yang rentan dialami masyarakat, terutama malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies atau kudis.

Hasil Survei Menjadi Dasar Pemetaan Kebutuhan Kesehatan Masyarakat

Kepala Kampung SP5 Taqwa Bangun, Ahmad Khairi, menyampaikan antusiasmenya atas inisiatif dan perjuangan Tim Ekspedisi Patriot dalam membawa edukasi kesehatan serta memperkenalkan cara mencari informasi melalui website. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya kehidupan yang lebih layak dalam bidang kesehatan dan akses terhadap digitalisasi.

Kegiatan utama diawali dengan pemaparan hasil survei oleh Ranip Fahmi. Pemaparan tersebut menjelaskan kebutuhan fasilitas kesehatan dan masyarakat serta berbagai temuan kondisi lapangan yang menjadi dasar dalam menentukan pendekatan intervensi kesehatan di Distrik Yapsi.

Hasil survei awal terhadap responden menunjukkan bahwa ketersediaan obat masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Sebanyak (90 persen) menyampaikan persoalan terkait ketersediaan atau keterbatasan obat. Penelusuran terhadap delapan Puskesmas Pembantu (Pustu) juga menemukan bahwa enam Pustu (75 persen) memiliki persediaan obat yang belum mencukupi, sedangkan dua lainnya dinilai memiliki persediaan yang mencukupi.

Selain ketersediaan obat, kebutuhan pemeriksaan kesehatan rutin juga menjadi perhatian. Sebanyak 80 persen menyampaikan perlunya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Temuan lapangan turut menunjukkan bahwa jarak dan kemudahan menjangkau layanan menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama warga Kampung Kwarja. Kondisi geografis tersebut memperkuat pentingnya pendekatan pelayanan dan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dari sisi pemanfaatan teknologi, sebagian responden telah memiliki perangkat untuk mengakses internet, tetapi penggunaan layanan kesehatan digital masih terbatas. Dalam survei awal tersebut, 40 persen responden menyatakan pernah mencari informasi kesehatan melalui internet, sementara belum ada responden yang menyatakan pernah menggunakan aplikasi layanan kesehatan digital. Temuan ini menunjukkan bahwa penyediaan platform perlu disertai pengenalan, pendampingan, dan edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara tepat.

Lerehfarma.id, Platform Digital untuk Mendekatkan Informasi Layanan Kesehatan kepada Masyarakat

Setelah pemaparan hasil survei, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan tutorial penggunaan website Lerehfarma.id yang disampaikan oleh Cindy Avici Hutauruk, anggota Tim Ekspedisi Patriot Kluster Kesehatan ITB. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada fitur-fitur website beserta manfaatnya sebagai sarana untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi kesehatan dan mengenali layanan yang tersedia di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura.

Lerehfarma.id dikembangkan sebagai platform informasi kesehatan publik yang berupaya menjawab kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil survei dan penelusuran lapangan. Melalui tutorial tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada cara mengakses website, tetapi juga diajak memahami bagaimana informasi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan sehari-hari.

Cindy menjelaskan sejumlah fitur utama Lerehfarma.id, mulai dari informasi layanan dan fasilitas kesehatan, informasi obat, pengaduan warga, berita, artikel kesehatan, hingga data penyakit. Setiap fitur memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam membantu masyarakat mendapatkan informasi kesehatan secara lebih mudah.

Fitur pertama, Layanan dan Fasilitas Kesehatan, menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai layanan serta fasilitas kesehatan di wilayah Distrik Yapsi. Fitur ini diharapkan membantu warga mengenali pilihan layanan kesehatan yang dapat diakses, termasuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Dengan informasi yang lebih mudah dijangkau, masyarakat dapat memperoleh gambaran awal mengenai fasilitas kesehatan yang tersedia sebelum mencari pelayanan secara langsung.

Fitur kedua, Info Obat, ditujukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai obat-obatan dan ketersediaannya berdasarkan informasi yang disampaikan atau diperbarui oleh pihak terkait. Fitur ini relevan dengan temuan survei lapangan yang menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan obat masih menjadi perhatian masyarakat. Melalui akses informasi yang lebih terbuka, warga diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai informasi obat yang tersedia, sementara tenaga kesehatan dan pengelola layanan tetap berperan penting dalam memastikan keakuratan pembaruan informasi tersebut.

Fitur ketiga, Pengaduan Warga, menyediakan kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, atau persoalan yang berkaitan dengan informasi dan layanan kesehatan. Keberadaan fitur ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan pihak penyelenggara layanan kesehatan. Dengan adanya kanal pengaduan, masukan warga berpotensi menjadi bahan evaluasi untuk mengenali kebutuhan lapangan dan mendorong perbaikan pelayanan secara bertahap. Penanganan setiap pengaduan tetap memerlukan tindak lanjut dari pihak yang berwenang.

Fitur keempat, Berita, berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi dan pembaruan terkait kegiatan maupun perkembangan layanan kesehatan. Fitur ini dapat membantu masyarakat mengikuti informasi yang dipublikasikan melalui platform, sehingga komunikasi mengenai kegiatan dan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi secara langsung.

Fitur kelima, Artikel Kesehatan, menyediakan materi edukasi yang dapat membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan, pencegahan penyakit, dan perilaku hidup sehat. Fitur ini menjadi pelengkap kegiatan edukasi tatap muka karena informasi kesehatan dapat dibaca kembali ketika dibutuhkan. Dengan demikian, pesan edukasi mengenai penyakit dan upaya pencegahannya diharapkan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fitur keenam, Data Penyakit, menyajikan informasi terkait data penyakit sebagai salah satu sumber informasi untuk membantu meningkatkan pemahaman terhadap kondisi kesehatan di wilayah setempat. Informasi ini diharapkan dapat mendukung kesadaran masyarakat terhadap persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Penggunaan data tersebut juga perlu memperhatikan sumber, ketepatan, dan pembaruannya agar informasi yang disajikan dapat dipahami secara tepat.

Melalui pengenalan enam fitur tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa Lerehfarma.id bukan sekadar website, melainkan sarana pendukung untuk memperluas akses informasi, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan literasi kesehatan. Keberadaan platform ini menjadi semakin relevan bagi warga di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan maupun informasi kesehatan.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi digital tetap perlu disertai pendampingan, pembaruan informasi oleh pihak terkait, dan dukungan tenaga kesehatan serta kader di tingkat kampung. Lerehfarma.id berfungsi sebagai sarana pendukung informasi dan komunikasi, bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau pelayanan medis secara langsung.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Tim Ekspedisi Patriot Kluster Kesehatan ITB untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemahaman fitur dan manfaat website, warga diharapkan semakin terbiasa mencari informasi kesehatan, mengetahui saluran komunikasi yang tersedia, serta memanfaatkan informasi secara bijak untuk mendukung upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

TEP Kluster Kesehatan Institut Teknologi Bandung (ITB) Perluas Edukasi Kesehatan dan Sosialisasi Lerehfarma.id Bagi Masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Rabu (21/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Edukasi Sanitasi, Pemeriksaan pH Air, dan Pencegahan Penyakit

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi sanitasi dan pengenalan pemeriksaan pH air untuk memahami tingkat keasaman atau kebasaan air. Cindy juga menjelaskan penggunaan filter air sederhana sebagai salah satu upaya penyaringan untuk membantu masyarakat mengelola air bagi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, Tim Ekspedisi Patriot menyerahkan indikator universal kepada perwakilan tenaga kesehatan. Indikator tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan pH sampel air yang dibawa masyarakat ke Pustu setempat. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat membantu warga mengenali kondisi pH air sebagai salah satu langkah awal dalam meningkatkan perhatian terhadap kualitas air.

Pemeriksaan pH bukan satu-satunya penentu kelayakan air untuk dikonsumsi. Karena itu, edukasi kualitas air dan sanitasi tetap penting agar masyarakat memahami bahwa air yang terlihat jernih atau memiliki pH tertentu belum tentu bebas dari kontaminan yang membahayakan kesehatan.

Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit yang menjadi perhatian di wilayah Yapsi, yaitu malaria, ISPA, dan skabies. Edukasi meliputi pentingnya mengenali gejala, menerapkan langkah pencegahan, serta mencari pertolongan dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Materi ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit sekaligus memperkuat kebiasaan hidup sehat. Tim juga menyerahkan poster edukasi kesehatan kepada perwakilan tenaga kesehatan untuk digunakan sebagai media informasi dan pengingat bagi masyarakat di Pustu.

Suster Ellen: Edukasi Menjadi Pengingat bagi Masyarakat

Suster Ellen, yang mewakili warga Kampung Kwarja, menyampaikan apresiasi atas materi dan pendampingan yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot. Ia menilai kegiatan tersebut menambah pengetahuan masyarakat, baik mengenai kesehatan maupun pemanfaatan teknologi digital untuk memperoleh informasi layanan kesehatan.

“Kami sudah banyak belajar tentang kesehatan, cara penggunaan digitalisasi dengan memanfaatkan website untuk menambah literasi akses layanan informasi kesehatan.”

Suster Ellen juga menyampaikan terima kasih atas edukasi pemeriksaan pH air yang dinilainya akan membantu masyarakat memahami kondisi air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa edukasi kesehatan perlu terus dilakukan agar masyarakat senantiasa diingatkan mengenai bahaya penyakit dan semakin waspada dalam menjaga kesehatan.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot Kluster Kesehatan ITB berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada warga lainnya. Pelibatan perangkat kampung, tenaga kesehatan, kader, Karang Taruna, dan PKK menjadi bagian penting agar informasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk warga yang menghadapi keterbatasan akses geografis dan digital.

Sosialisasi Lerehfarma.id dan edukasi kesehatan di Kampung Taqwa Bangun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat literasi kesehatan, memperluas akses informasi layanan publik, serta mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Lereh, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.

Ucapan Terima Kasih

Tim Ekspedisi Patriot Kluster Kesehatan ITB menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Pemerintah Kampung Taqwa Bangun, masyarakat Kampung Taqwa Bangun dan Kampung Kwarja, serta seluruh perangkat kampung, tenaga kesehatan, kader kesehatan, Karang Taruna, dan anggota PKK yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terus mendukung penguatan literasi kesehatan dan perluasan akses informasi layanan kesehatan bagi masyarakat di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua.(rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *