Papua Barat

Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp2,5 M untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

502
×

Freeport Salurkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp2,5 M untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9).FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM.KUPANG – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bersama perwakilan karyawan PTFI asal NTT membawa langsung sebagian bantuan kemanusiaan menggunakan pesawat dengan total berat 1,5 ton.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Tony Wenas kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur, Kecamatan Kota Raja, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9).

Selanjutnya distribusi bantuan akan menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membawa bantuan bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. NTT merupakan tetangga dekat, kekerabatan yang mendorong kami untuk berbuat lebih banyak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara￾saudara kita di NTT, serta langkah ini dapat memicu semangat berbagi dari lebih banyak pihak  lain,” kata Tony Wenas.

Ia menjelaskan PTFI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi di NTT dengan menurunkan tim tanggap darurat, menyalurkan bantuan, serta menggalang donasi karyawan yang dilipatgandakan dua kali lipat oleh perusahaan sebagai simbol kolaborasi nyata seluruh insan PTFI (Timika, Nabire, Gresik, Jakarta) bagi pemulihan NTT.

Bantuan PTFI yang disalurkan melalui Human Initiative tersebut mencakup 700 paket yang terdiri atas Bedding Kit, Personal Hygiene Kit, dan Shelter Kit.

Selain itu, PTFI juga  mendukung pembangunan lima hunian sementara (Huntara) dan empat sekolah darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas saat mengunjungi salah satu rumah warga terdampak di Kec. Mbeliling, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026). FOTO: CORPORATE COMMUNICATIONS PT FREEPORT INDONESIA

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan PTFI dalam membantu pemerintah menangani dampak bencana gempa.

“Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan  ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa  berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan  agar pemulihan berjalan lebih cepat,” kata Melki.

Selain kontribusi perusahaan, karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik dan Jakarta, turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak  mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI  bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,”  kata Tony.

Respons PTFI terhadap bencana gempa NTT telah dimulai sejak fase awal bencana. PTFI mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter dan paramedis dari Timika untuk bergabung bersama tim ESDM Siaga Bencana dalam memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.

Tim PTFI memberikan dukungan medis dan tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak di Flores, termasuk Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong dan Waso.

“Sejak pertengahan Agustus, PTFI telah mengirimkan enam personel yang terdiri atas tim rescue dan tenaga medis ke NTT. Tim tiba pada 22 Agustus dan bertugas hingga 31 Agustus untuk membantu upaya penyelamatan serta memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Selama bertugas, tim medis PTFI telah memberikan layanan kepada  hampir 500 pasien. Seluruh kegiatan tersebut dikoordinasikan bersama Kementerian ESDM  melalui posko tanggap darurat,” kata Tony.

Selain melalui HI, PTFI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan tersebut terdiri atas 300 Hygiene Kit, 300 paket sembako, 300 Shelter Kit dan 300 Bedding Kit. PTFI juga memfasilitasi pengiriman bantuan dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan total berat sekitar 1 ton.

Dukungan PTFI kepada masyarakat terdampak gempa NTT merupakan bagian dari wujud nyata perusahaan untuk hadir dalam situasi bencana dan mendukung masyarakat di berbagai

wilayah Indonesia.

Pada Januari 2026, PTFI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatera melalui Human Initiative dan PMI. Sebelumnya, PTFI juga mengerahkan tim tanggap darurat untuk mendukung operasi penyelamatan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo pada 2025.

PTFI juga menyalurkan bantuan bagi  masyarakat terdampak bencana banjir, longsor dan kekeringan di sejumlah wilayah  Indonesia.

Melalui berbagai respons tersebut, PTFI terus berupaya menjalankan semangat gotong royong dengan pemerintah, masyarakat dan berbagai mitra kemanusiaan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI):  PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral terkemuka, afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan. Melalui operasi hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.

Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar. Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *