Papua Barat

Pengalaman Perwira Remaja di Papua Barat Jadi Bahan Evaluasi Pendidikan Akpol

543
×

Pengalaman Perwira Remaja di Papua Barat Jadi Bahan Evaluasi Pendidikan Akpol

Sebarkan artikel ini
Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga bersama Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana, para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat, serta Perwira Remaja Akpol usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) di Mapolda Papua Barat, Rabu (16/9/2026). FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Akademi Kepolisian (Akpol) menghimpun pengalaman para perwira remaja yang bertugas di jajaran Polda Papua Barat sebagai bahan evaluasi dan pengembangan pendidikan kepolisian.

Hal itu disampaikan Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Polda Papua Barat dan para perwira remaja di Ruang Vicon Mapolda Papua Barat, Rabu (16/9/2026).

Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga bersama Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Mapolda Papua Barat, Rabu (16/9/2026). FOTO: HUMAS POLDA PAPUA BARAT

“Kami ingin mengumpulkan bahan pengalaman dari para perwira remaja selama melaksanakan tugas di lapangan,” ujar Daniel.

Menurut dia, pengalaman tersebut akan menjadi masukan untuk melihat materi pendidikan yang perlu diperkuat atau disesuaikan dengan kebutuhan tugas kepolisian di lapangan.

FGD tersebut juga menjadi sarana bagi para perwira remaja untuk menyampaikan dinamika dan tantangan yang mereka hadapi selama bertugas di wilayah Papua Barat.

Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Sulastiana mengatakan, para perwira remaja perlu terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan karakteristik wilayah serta masyarakat tempat mereka bertugas.

“Saya berharap para perwira remaja dapat terus belajar, menjaga integritas, membangun komunikasi yang baik serta mampu beradaptasi dengan karakteristik wilayah dan masyarakat tempat bertugas,” kata Sulastiana.

Kegiatan berlangsung melalui diskusi interaktif dengan melibatkan pejabat utama Polda Papua Barat, peneliti Akpol, dan para perwira remaja.

Masukan dari kegiatan tersebut selanjutnya dihimpun peneliti Akpol sebagai bahan evaluasi untuk menyelaraskan pendidikan di Akpol dengan kebutuhan tugas di lapangan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *