PAPUADALAMBERITA.FAKFAK – TIM 2 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026 menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan Usaha) Sederhana di Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Senin (21/09/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh warga Kampung Weri dan Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur, guna memperkuat kapasitas kewirausahaan lokal.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti pelatihan pengolahan produk dan penyusunan Business Model Canvas (BMC). Karena seluruh peserta telah mengikuti tahapan sebelumnya, materi studi kelayakan dapat disimulasikan secara langsung menggunakan produk olahan yang telah warga hasilkan.
Pelatihan dipandu langsung oleh Ketua Tim, Prof. Makkarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Makkarennu, menjelaskan aspek-aspek dasar kelayakan usaha yang mencakup aspek pasar, produksi, ketersediaan bahan baku, hingga analisis keuangan, seperti kalkulasi modal awal, biaya produksi, potensi pendapatan, keuntungan, dan payback period (waktu pengembalian modal).
Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang lugas serta contoh perhitungan aplikatif agar mudah dicerna warga.
Guna memperdalam pemahaman, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok praktikum.
Dengan pendampingan intensif dari tim mahasiswa dan akademisi Unhas, setiap kelompok berlatih menyusun studi kelayakan secara mendalam untuk produk masing-masing.
”Melalui studi kelayakan ini, kami berharap masyarakat mampu mengambil keputusan bisnis berbasis perhitungan yang matang dan rasional. Dengan begitu, usaha olahan yang dijalankan tidak hanya berjalan sesaat, tetapi dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Prof. Makkarennu.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi presentasi hasil analisis kelayakan dari setiap kelompok.
Hasil dokumen usaha ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi untuk tahap pendampingan dan pengembangan usaha warga selanjutnya. Lewat inisiatif ini, TIM 2 TEP UNHAS 2026 optimistis masyarakat Kampung Weri dan Saharey semakin siap mengelola unit usahanya secara terencana, terukur, dan mandiri.(rls)













