Papua Barat

​ Wabah Campak Mewabah di Papua Barat, Dinas Kesehatan Geber Kejar Imunisasi

657
×

​ Wabah Campak Mewabah di Papua Barat, Dinas Kesehatan Geber Kejar Imunisasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimusan, Sp.V., FINACS, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Senin (5/10/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM.

​PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Wajah pelayanan kesehatan di Papua Barat kini dalam status siaga tinggi.

Ancaman penyebaran penyakit campak (serampa) kian memprihatinkan setelah ditemukan belasan kasus positif yang mengonfirmasi adanya indikasi wabah di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Manokwari, Fakfak, dan Wasior.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, Sp.B., FINACS., saat diwawancarai wartawan di Halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/10/2026).

​dr. Alwan mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium rujukan di Surabaya dan Makassar, ditemukan indikasi kuat peningkatan kasus secara signifikan yang sudah dapat dikategorikan sebagai wabah.

​”Kemarin dari pemeriksaan laboratorium yang kita kirim ke luar, baik ke Makassar maupun Surabaya, terdeteksi positif campak.

Terdapat setidaknya 3 kasus positif  baru di Manokwari, serta temuan kasus sebelumnya di Fakfak dan Wasior.

Jika ditotal untuk tiga kabupaten tersebut, angka kasusnya sudah hampir menyentuh 15 kasus,” ungkap dr. Alwan.

​ ​Menjawab pertanyaan mengenai penyebab merebaknya penyakit menular ini, dr. Alwan menegaskan bahwa salah satu pemicu utamanya adalah belum tercapainya target cakupan imunisasi dasar, khususnya imunisasi Measles Rubella (MR) pada anak-anak.

​”Penyebab utamanya adalah imunisasi yang belum merata. Cakupan imunisasi kita belum mencapai angka ideal 98 persen. Oleh karena itu, anak-anak, terutama usia 0 hingga 5 tahun, menjadi sangat rentan terpapar,” terangnya.

​ ​Guna menghentikan rantai penularan, Dinas Kesehatan Papua Barat bersama pemerintah daerah setempat mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan gerakan gempur imunisasi (outbreak response) hingga tingkat Puskesmas.

​”Langkah pencegahan utama tidak ada jalan lain, harus imunisasi. Kita sekarang gencar melakukan program ‘kejar imunisasi’. Semua anak yang belum pernah atau belum lengkap imunisasinya akan kita datangi dan berikan vaksinasi,” tegasnya.

​Selain itu, pihaknya telah menggelar rapat micro-planning serta sosialisasi intensif dengan mengundang seluruh pihak Puskesmas di Kabupaten Manokwari.

​”Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati untuk menyatakan dan mengklarifikasi status wabah ini (declare). Begitu daerah menetapkan status wabah, Pemprov Papua Barat akan langsung turun tangan secara penuh untuk memberikan intervensi dan bantuan penanganan,” pungkas dr. Alwan.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *