PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI — Kabut asap mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10/2026).
Jarak pandang (visibility) turun hingga 1 kilometer sehingga lima penerbangan yang dijadwalkan menuju Manokwari terdampak dan berpotensi batal mendarat.
Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan kondisi kabut asap sudah terlihat sejak pagi.
Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito, S.SiT., M.M., yang didampingi Kasi Ops Bandara dan Keamanan Penerbangan, John Kokali, A.Md., S.E., M.M., kepada wartawan di ruangan kerjanya di Kantor UPBU Rendani Manowkari Selasa (6/10/2026) merinci bahwa, berdasarkan laporan BMKG, jarak pandang berada di bawah batas yang dipersyaratkan untuk keselamatan penerbangan.

Lima penerbangan yang terdampak yakni Super Air Jet IU 221 rute Makassar-Manokwari, Batik Air rute Jakarta-Sorong-Manokwari, Wings Air dari Nabire, serta dua penerbangan Lion Air dari Sorong dan Jayapura.
Namun, saat keterangan diberikan, tiga penerbangan telah dipastikan batal atau tidak dapat mendarat, sedangkan dua penerbangan Lion Air masih menunggu keputusan maskapai terkait cuaca terakhir di Manokwari (saat wawancara) pada pukul 13.45 WIT.
Penerbangan Batik Air yang tidak dapat mendarat di Sorong maupun Manokwari kemudian dialihkan (divert) ke Ambon.
Herman mengatakan kabut asap diduga merupakan asap kiriman dari wilayah Papua Selatan, Kaimana, dan sejumlah wilayah Papua Barat.
Asap tersebut terbawa angin hingga menyelimuti Manokwari.
Sementara itu, penerbangan Susi Air untuk rute pedalaman seperti Babo dan Bintuni masih beroperasi norma pada pagi hari tadi.
Pihak Bandara Rendani terus berkoordinasi dengan BMKG dan Kementerian Perhubungan. Herman meminta pengguna jasa memahami penundaan, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan karena keputusan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan.(rustam madubun)













