Papua Barat

BMKG: Manokwari Diselimuti Kabut Asap, Visibility Turun Drastis hingga 500 Meter

659
×

BMKG: Manokwari Diselimuti Kabut Asap, Visibility Turun Drastis hingga 500 Meter

Sebarkan artikel ini
Forecaster BMKG Manokwari, Nadya Putri, berada di ruang pemantauan cuaca BMKG Manokwari, Selasa (6/10/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI — Jarak pandang (visibility) di Manokwari, Papua Barat, menurun drastis akibat kabut asap pada Selasa (6/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jarak pandang sempat turun hingga 500 meter pada siang hari.

Forecaster BMKG Manokwari, Nadya Putri, mengatakan jarak pandang pada pagi hari masih sekitar 3 kilometer.

Baca juga: Jarak Pandang 1 Kilometer, 5 Penerbangan Batal Mendarat di Bandara Rendani Manokwari

Namun, kondisi memburuk dengan cepat pada pukul 09.00–10.00 WIT, dari 3 kilometer menjadi 2 kilometer dan kemudian 1 kilometer.

“Jarak pandang terus menurun. Pada siang hari, kondisinya semakin terbatas akibat kabut asap,” kata Nadya saat ditemui di Kantor BMKG Manokwari, Selasa.

Menurut catatan BMKG, pada pukul 13.43 WIT jarak pandang berada pada kisaran 500 meter hingga 1,5 kilometer.

Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandar Udara Rendani, Manokwari. Jarak pandang yang rendah dapat membatasi proses pendaratan maupun keberangkatan pesawat, terutama ketika kondisi aktual berada di bawah persyaratan operasional penerbangan.

Kabut asap menyelimuti kawasan Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Selasa (6/10/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun dan mengganggu operasional penerbangan. FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

Nadya menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Manokwari tidak semata-mata berasal dari wilayah setempat. Pola angin turut membawa asap dari wilayah lain menuju Manokwari.

Angin bertiup dari arah timur-tenggara menuju barat laut hingga utara. Pola tersebut menyebabkan asap dari wilayah Papua Tengah, Fakfak, dan Kaimana bergerak menuju Manokwari.

Meskipun jumlah titik panas (hotspot) di sekitar Manokwari tidak sebanyak wilayah lain, posisi geografis Manokwari menyebabkan asap kiriman dapat terakumulasi dan menurunkan jarak pandang.

Pemantauan BMKG juga menunjukkan peningkatan jumlah titik panas di wilayah Papua Barat. Berdasarkan data 5 Oktober pukul 23.00 UTC atau 08.00 WIT, jumlah hotspot meningkat dari kisaran 1.000 titik menjadi sekitar 2.400 titik.

Dampak penurunan jarak pandang terlihat secara kasatmata. Sejumlah penanda di sekitar Manokwari, seperti Kantor Gubernur, kawasan Bukit Amban, dan Kantor Bupati, terlihat samar atau tertutup kabut asap.

BMKG terus memperbarui informasi jarak pandang untuk mendukung operasional penerbangan. Data visibility disampaikan secara berkala kepada maskapai dan AirNav, umumnya setiap 30 menit atau dapat diperbarui setiap 10–15 menit apabila diperlukan.

Nadya menegaskan, BMKG berperan menyediakan informasi dan pemantauan kondisi cuaca. Adapun keputusan mengenai keberlanjutan penerbangan, penundaan (delay), pembatalan (cancel), maupun pengalihan penerbangan (divert) berada pada pihak maskapai berdasarkan kondisi operasional dan aspek keselamatan penerbangan.

Kondisi jarak pandang yang terus berubah membuat pemantauan dilakukan secara berkala untuk memberikan informasi terbaru kepada pihak terkait.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *