Papua Barat

MRP Papua Barat Desak Penanganan Asap Karhutla Perhatikan Dampak Kesehatan

220
×

MRP Papua Barat Desak Penanganan Asap Karhutla Perhatikan Dampak Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Papua Barat bersama Sekretaris Daerah Papua Barat, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan OPD berfoto bersama seusai mengikuti rapat koordinasi pembahasan penanggulangan dampak asap karhutla di Ruang Multimedia Lantai III Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Rabu (7/10/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRP) Judson Ferdinandus Waprak meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap transportasi, tetapi juga memperhatikan dampak kesehatan masyarakat.

Baca juga: DPR Papua Barat Minta Penanganan Asap Didukung Pusat 

Hal itu disampaikan Judson dalam rapat pembahasan penanggulangan dampak asap karhutla di Papua Barat yang digelar di Ruang Multimedia Lantai III Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (7/10/2026).

Menurut Judson, asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah melanda sejumlah wilayah di Papua Barat. Kondisi tersebut perlu diantisipasi secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Ia mengatakan, pemerintah memang perlu membahas dampak asap terhadap sarana dan prasarana, khususnya transportasi udara dan laut. Namun, aspek kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

“Kita juga harus bisa fokus kepada kesehatan masyarakat. Apakah asap ini akan memengaruhi kesehatan masyarakat atau tidak,” ujar Judson dalam rapat tersebut.

Judson mengingatkan, asap dari kebakaran hutan dan lahan berpotensi membawa partikel dan gas berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi dan imbauan mengenai risiko paparan asap.

Menurut dia, paparan asap dalam jumlah tinggi dapat berdampak terhadap sejumlah organ tubuh, termasuk mata, jantung, dan paru-paru.

Ia meminta dinas kesehatan dan instansi terkait meningkatkan perhatian terhadap kondisi tersebut serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah untuk mengurangi risiko paparan asap.

“Kalau terlalu banyak, aktivitas masyarakat di luar ruangan juga tidak bisa terlalu banyak karena sangat berisiko,” katanya.

Judson berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan instansi teknis dapat melakukan langkah antisipasi secara terpadu selama kondisi asap masih melanda sejumlah wilayah di Papua Barat.(rustamm madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *