Papua Barat

Ekspedisi Patriot Unpad Perkuat Pertanian, Peternakan dan Pengembangan BUMKam di Bomberay

188
×

Ekspedisi Patriot Unpad Perkuat Pertanian, Peternakan dan Pengembangan BUMKam di Bomberay

Sebarkan artikel ini
Fakfak
TEP UNPAD Bersama Unsur Pemerintah, Naerasumber, Penyuluh dan Peserta Workshop Pada Kegiatan di Distrik Bomberay, Fakfak - Papua Barat. Kamis (08/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Tahun 2026 menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Bahan Alam untuk Mendukung Produktivitas Pertanian dan Peternakan di Bale Kampung Onim Jaya, kawasan transmigrasi Bomberay, Kabupaten Fakfak, pada 6–7 Oktober 2026. Kegiatan ini memadukan pembahasan pemanfaatan sumber daya lokal, pengelolaan sapi potong, biosekuriti, serta pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam).

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Distrik Muhammad Heremba, S.A.P., tujuh kepala kampung, penyuluh, serta masyarakat petani dan peternak. Workshop menjadi bagian dari agenda riset dan pengabdian kepada masyarakat Tim Ekspedisi Patriot Unpad untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya sebagai perwakilan dosen Unpad, Roffi Grandiosa, PhD menekankan pentingnya mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman masyarakat. Pengembangan pertanian dan peternakan perlu memperhatikan kondisi lahan, ketersediaan bahan baku, kemampuan pelaku usaha, serta keberlanjutan lingkungan.

Peningkatan produktivitas juga perlu diikuti pengelolaan biaya usaha dan penguatan kelembagaan ekonomi kampung. Karena itu, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, penyuluh, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan pengetahuan di lapangan.

Apri Larasatio, S.P., dari Yayasan Bina Sarana Bakti Bogor membawakan materi implementasi probiotik berbasis sumber daya lokal dalam sistem agroteknologi ramah lingkungan. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkenalkan peluang pemanfaatan bahan lokal dengan memperhatikan proses pengolahan dan cara penerapan yang tepat.

Aspek pengelolaan ternak dibahas oleh Imran Rasyadi Rumata, S.Pt., M.Pt., Pengawas Tingkat Madia Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran. Materinya berfokus pada manajemen produksi, pakan, dan reproduksi sapi potong yang dipelihara secara semi intensif dan ekstensif.

Topik tersebut memperluas pembelajaran peserta mengenai keterkaitan antara sistem pemeliharaan, penyediaan pakan, dan pengelolaan reproduksi dalam mendukung produktivitas usaha sapi potong.

Workshop juga mencakup materi peraturan di bidang karantina hewan dan penerapan biosekuriti pada peternakan sapi potong semi intensif dan ekstensif. Sesi ini menghadirkan drh. Dwi Gita Ananda, Arkhiadi Benauli, S.P., dan Andriani Datu, S.Pi.

Pembahasan tersebut melengkapi materi produksi ternak dengan aspek pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit serta pemahaman terhadap ketentuan karantina hewan. Dengan demikian, pengembangan peternakan ditempatkan dalam kerangka pengelolaan usaha yang memperhatikan produktivitas dan kesehatan hewan.

Penguatan Ekonomi Kampung melalui BUMKam :

Pada aspek kelembagaan, Dr. Yulistyne Kusumaningrum, S.Sos., M.MKMT, Direktur PT Inovasi Strategi Nusantara dan anggota Asosiasi Pendamping Koperasi Modern, membawakan materi pengembangan BUMKam berbasis inovasi sosial.

Sesi ini membuka ruang pembahasan mengenai penguatan usaha kampung melalui pemanfaatan potensi lokal, partisipasi masyarakat, dan kerja sama antarpelaku usaha. Pengembangan BUMKam diharapkan dapat mendukung keterhubungan kegiatan produksi masyarakat dengan pengelolaan usaha dan pemasaran.

Rangkaian materi tersebut menempatkan pengembangan kawasan sebagai upaya yang mencakup keterampilan teknis sekaligus penguatan kelembagaan. Kehadiran pemerintah distrik, kepala kampung, dan penyuluh diharapkan membantu menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan di masing-masing kampung.

Melalui workshop ini, Tim Ekspedisi Patriot Unpad mendorong tindak lanjut berupa penerapan bertahap, pencatatan hasil, serta pendampingan sesuai kondisi lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pertanian dan peternakan yang produktif, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Bomberay.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *