PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Rencana operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat masih menghadapi kendala logistik.
Baca juga: Sejumlah Penerbangan ke Manokwari Batal akibat Kabut Asap Sejak Sabtu Hingga Senin
Penyemaian awan direncanakan menyasar wilayah Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni, dengan pelaksanaan yang bergantung pada kesiapan bahan semai dan kondisi atmosfer.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama, menjelaskan bahwa bahan semai yang dikirim melalui penerbangan Batik Air masih dalam proses pengiriman.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penjelasan itu disampaikan Cipta kepada wartawan di Manokwari, Senin (12/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito, S.SiT., M.M., serta Kepala Seksi Operasi Bandara dan Keamanan Penerbangan, John Kokali, A.Md., S.E., M.M.
OMC merupakan upaya memengaruhi proses pembentukan hujan melalui penyemaian awan yang memenuhi persyaratan meteorologis.
Pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan awan yang sesuai, kondisi atmosfer, serta kesiapan sarana dan bahan semai.
Rencana operasi di Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni diarahkan untuk membantu penanganan dampak asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Namun, penyemaian awan tidak menjamin hujan turun tepat di lokasi sasaran karena hasilnya dipengaruhi kondisi cuaca setempat.
Kabut asap telah menjadi perhatian karena dapat menurunkan jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk operasional penerbangan.
Di Bandara Rendani Manokwari, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan dan keterlambatan.
Kepastian jadwal pelaksanaan OMC dan lokasi penyemaian masih perlu dikonfirmasi kepada instansi pelaksana.
Upaya modifikasi cuaca juga perlu disertai pemantauan titik api dan penanganan sumber kebakaran agar dampak asap dapat dikurangi.(rustam madubun)













