PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Sebaran titik api di Papua Selatan dilaporkan mendekati 1.000 titik, sedangkan Papua Barat mencatat sekitar 201 titik api.
Asap dari wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan tersebut terbawa angin ke sejumlah daerah, sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang dan operasional penerbangan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani Manokwari, Cipta Utama, mengatakan arah angin dominan dari timur menuju utara membawa asap dari Papua Selatan dan wilayah sekitarnya ke sejumlah daerah, termasuk Papua Tengah, Maluku, Fakfak, Kaimana, hingga Sorong.
Baca juga: Modifikasi Cuaca di Papua Barat Terkendala Logistik, Tiga Wilayah Jadi Sasaran
Cipta menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan di Manokwari, Senin (12/10/2026). Ia didampingi Kepala BLU Kantor UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito, S.SiT., M.M., serta Kepala Seksi Operasi Bandara dan Keamanan Penerbangan, John Kokali, A.Md., S.E., M.M.
Berdasarkan data pengamatan yang disampaikan dalam wawancara, jarak pandang di Sorong tercatat sekitar 2.000 meter.
Asap yang berasal dari wilayah lain, termasuk Fakfak dan Merauke, disebut turut memengaruhi kondisi tersebut.
Penurunan jarak pandang menjadi persoalan serius bagi penerbangan karena pesawat harus memenuhi persyaratan keselamatan untuk melakukan pendaratan.
Dalam kondisi tertentu, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pengalihan, atau pembatalan berdasarkan kondisi aktual dan keputusan operasional maskapai.
Cipta juga menjelaskan bahwa hujan di suatu wilayah tidak serta-merta menghilangkan kabut asap apabila sumber kebakaran berada di daerah lain.
Pergerakan asap dipengaruhi arah angin, sementara hujan lokal belum tentu menjangkau kawasan sumber kebakaran.(rustam madubun)













