Papua Barat

Gubernur Papua Barat Tinjau Langsung Modifikasi Cuaca di Bandara Rendani Manokwari

407
×

Gubernur Papua Barat Tinjau Langsung Modifikasi Cuaca di Bandara Rendani Manokwari

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si serta Forkopimda Papua Baat meninjau mulainya dilakukan upaya mitigasi Karhutla serta kabut asap melalui OMC guna melindungi masyarakat dan lingkungan di Bandar Udara Rendani Manokwari, Rabu (14/10/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

​PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH., M.Si, Ketua DPR PApua Barat Orgenes Wonggor, Sekda Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere, M.TP, Perwakilan Kodam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, SIK, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Rabu, 14 Oktober 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan asap dan cuaca buruk yang mengganggu aktivitas penerbangan serta mobilitas masyarakat di wilayah Papua Barat dapat teratasi dengan baik.

​Dalam keterangannya di Bandara Rendani, Gubernur Dominggus menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), SKK Migas, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan bahan baku untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca ini.

​”Bahan sudah ada. Hari ini kita sudah saksikan bersama pesawat garam yang sudah disiapkan dan hari ini pesawat akan terbang selama kurang lebih dua jam untuk satu ton bahan modifikasi cuaca,” ujar Gubernur Dominggus Mandacan yang ditemui wartawan di Manokwari, Rabu (14/10/2026).

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si yang ditemui wartawan di Bandar Udara Rendani Manokwari, Rabu (14/10/2026).FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA

​Operasi modifikasi cuaca ini difokuskan tidak hanya di sekitar Manokwari, tetapi juga mencakup wilayah lain di Papua Barat, terutama Kabupaten Kaimana, Fakfak, dan Bintuni.

Pemerintah berharap langkah ini dapat menghilangkan kabut asap sehingga seluruh aktivitas masyarakat, khususnya sektor penerbangan, dapat kembali normal.

​Gubernur juga menyebutkan bahwa pada tahap awal ini, sebanyak 4 ton bahan semai (garam) telah disiapkan. Dengan kapasitas terbang yang mampu membawa 1 ton per penerbangan, operasi ini dijadwalkan berlangsung secara intensif hingga kondisi cuaca dan udara kembali bersih.

​Selain penanganan di wilayah Papua Barat, Gubernur turut menyinggung bahwa dampak cuaca dan angin turut membawa kiriman asap dari beberapa daerah lain di luar provinsi, seperti wilayah Papua Tengah dan Papua Selatan.

Meski demikian, koordinasi lintas pihak terus diperkuat guna mempercepat pemulihan kualitas udara di Tanah Papua. (rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *