PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Pengelolaan limbah ternak menjadi perhatian Tim Ekspedisi Patriot Sasana di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Limbah yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot Sasana Siapkan 20 Kader Pelatih Lokal di Prafi
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim memperkenalkan budidaya cacing tanah sebagai salah satu alternatif pengolahan bahan organik.
Pendekatan tersebut diperkenalkan melalui Training of Trainers (ToT) yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna SP 1.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta dan menghasilkan 20 kader pelatih lokal yang dipersiapkan untuk mendukung penerapan pengelolaan limbah ternak di masyarakat.
Budidaya cacing tanah atau vermicomposting memanfaatkan kemampuan cacing dalam membantu proses penguraian bahan organik.
Melalui pendekatan ini, limbah ternak tidak hanya dipandang sebagai sisa kegiatan peternakan, tetapi juga sebagai bahan yang berpotensi diolah menjadi produk bermanfaat, termasuk pupuk organik.
Pada hari kedua pelatihan, peserta memperoleh materi dan praktik teknis dari Abdul Aziz Adam Maulida, pemilik RAJ Organik yang berbasis di Malang.
Pembelajaran praktik tersebut diharapkan memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai proses budidaya dan pemanfaatan cacing dalam pengolahan bahan organik.
Selain memperkenalkan teknik pengolahan limbah, program ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan praktik yang dikembangkan.
Karena itu, penguatan kemampuan kader lokal menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan.
Tim Ekspedisi Patriot Sasana berharap pendekatan tersebut dapat mendorong pengelolaan limbah ternak yang lebih terarah di Prafi.
Penerapannya tetap memerlukan praktik budidaya yang tepat, pendampingan berkelanjutan, serta pengelolaan bahan organik sesuai kondisi lingkungan setempat.(rls)













