Papua Barat

Tim Ekspedisi Patriot Sasana Dorong Limbah Ternak Jadi Peluang Ekonomi di Prafi

200
×

Tim Ekspedisi Patriot Sasana Dorong Limbah Ternak Jadi Peluang Ekonomi di Prafi

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Tim Ekspedisi Patriot Sasana mendorong pemanfaatan limbah ternak menjadi peluang ekonomi melalui budidaya cacing tanah di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Program ini menggabungkan pengelolaan lingkungan, penguatan keterampilan masyarakat, dan upaya membuka akses pasar bagi hasil budidaya.

Baca juga: Budidaya Cacing Diperkenalkan sebagai Solusi Pengolahan Limbah Ternak di Prafi

Upaya tersebut diwujudkan melalui Training of Trainers (ToT) selama dua hari, 7–8 Oktober 2026, di Gedung Serbaguna SP 1. Dari 30 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 20 kader pelatih lokal dipersiapkan untuk mengembangkan keterampilan budidaya sekaligus menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat.

Dalam pelatihan teknis, tim menghadirkan Abdul Aziz Adam Maulida, pemilik RAJ Organik dari Malang. Selain memberikan pembekalan mengenai budidaya cacing tanah, RAJ Organik digandeng sebagai mitra yang diharapkan dapat mendukung pemasaran hasil budidaya dari kawasan Prafi.

Kemitraan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha karena keterampilan produksi perlu diikuti dengan akses pasar yang memadai. Tanpa kepastian pembeli dan pengelolaan produksi yang baik, potensi ekonomi dari budidaya cacing akan sulit dikembangkan secara berkelanjutan.

Budidaya cacing tanah berpotensi menghasilkan sejumlah produk, antara lain pupuk organik, cacing segar, dan cacing kering. Pengembangan produk lanjutan, seperti tepung cacing, juga memerlukan proses pengolahan, pengendalian mutu, serta pemenuhan standar dan ketentuan pasar yang berlaku.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Sasana, Dr. Moses Glorino Rumambo Pandin, S.S., M.Si., M.Phil., M.Psi., Psi.**, bersama PIC program Bagas Eka Nugraha, S.M., mendukung pendekatan yang menghubungkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Melalui pembentukan 20 kader pelatih lokal dan penjajakan kemitraan pasar, program ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat Prafi untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis pengolahan limbah. Dengan demikian, upaya mengatasi persoalan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan keterampilan dan potensi usaha masyarakat.

Catatan: Ketiga berita ini dapat digunakan sebagai naskah terpisah untuk publikasi. Sebelum diterbitkan, sebaiknya pastikan kembali pernyataan langsung narasumber jika ingin menambahkan kutipan, serta status kerja sama pemasaran dengan RAJ Organik agar tidak terkesan sebagai kontrak pembelian yang sudah pasti apabila masih berupa penjajakan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *