Menyapa NusantaraNasionalPapua Barat

Inovasi Pangan Lokal Prafi: TEP 19 UNAIR Gelar Penjualan dan Uji Pasar ​

320
×

Inovasi Pangan Lokal Prafi: TEP 19 UNAIR Gelar Penjualan dan Uji Pasar ​

Sebarkan artikel ini
Manokwari Selatan
TEP 19 UNAIR Gelar Penjualan dan Uji Pasar Produk Olahan Pangan Lokal Hasil Kolaborasi Dengan UMKM di Wilayah Prafi, Manokwari Selatan - Papua Barat. Jumat (30/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. ​MANOKWARI SELATAN – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 19 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan penjualan sekaligus uji pasar (test market) produk olahan pangan lokal hasil kolaborasi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Prafi, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

​Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi produk kepada masyarakat sekaligus menjaring tanggapan langsung dari calon konsumen guna pengembangan kualitas produk ke depan.

​Dalam kesempatan tersebut, TEP 19 UNAIR memperkenalkan delapan varian produk inovatif yang memanfaatkan potensi bahan baku lokal, seperti singkong, keladi, jagung, ikan lele, ikan tuna, dan ikan gabus.

Produk-produk ini merupakan hasil dari rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas UMKM. ​

Adapun delapan produk yang dipasarkan meliputi:
1./ ​Bonana: Abon jantung pisang.
2./ ​Tunamu: Abon tuna jamur tiram.
3./​Gabus: Kue gabus dengan tambahan ikan gabus.
4./ ​Stillo: Stik bawang dengan tambahan ikan lele.
5./ ​Keledi: Emping keladi dengan lele.
6./ ​Torille: Tortilla jagung lele.
7./ ​Sigaluh: Bolu singkong gabus.
8./ ​Panala: Panada keladi tuna.

​Lebih dari sekadar berorientasi pada penjualan, kegiatan ini dirancang untuk mengukur tingkat penerimaan pasar terhadap produk baru.

Melalui interaksi langsung, tim TEP 19 UNAIR menghimpun masukan berharga terkait cita rasa, tekstur, tampilan, kemasan, hingga penetapan harga.

TEP 19 UNAIR Gelar Penjualan dan Uji Pasar Produk Olahan Pangan Lokal Hasil Kolaborasi Dengan UMKM di Wilayah Prafi, Manokwari Selatan – Papua Barat. Jumat (30/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

​Antusiasme Positif dari Warga

​Respons hangat tampak dari antusiasme masyarakat yang mencicipi produk-produk tersebut. Ibu Dewi, salah seorang warga setempat, mengaku menyukai Sigaluh (bolu singkong gabus).

Menurutnya, perpaduan bahan lokal tersebut menghasilkan variasi camilan yang unik dan menarik.

​“Saya suka Sigaluh. Rasanya menarik, apalagi bahan dasarnya dari singkong yang memang mudah dijumpai di sini,” ungkap Ibu Dewi.

​Hal senada disampaikan oleh Ibu Nining yang tertarik dengan Stillo (stik bawang lele). Dia menilai pengolahan ikan lele menjadi camilan memberikan warna baru bagi variasi makanan ringan di daerahnya.

​“Kalau Stillo ini menarik, karena lele bisa diolah menjadi camilan seperti stik bawang. Jadi ada variasi produk yang berbeda,” ujar Ibu Nining.

​Berbagai masukan ini menjadi evaluasi penting bagi tim dan pelaku UMKM untuk memastikan bahwa produk yang dikembangkan tidak hanya berstandar idealis produsen, tetapi benar-benar sesuai dengan preferensi dan kebutuhan pasar.

TEP 19 UNAIR Gelar Penjualan dan Uji Pasar Produk Olahan Pangan Lokal Hasil Kolaborasi Dengan UMKM di Wilayah Prafi, Manokwari Selatan – Papua Barat. Jumat (30/10/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

Mendukung Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

​Inisiatif ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan peluang usaha UMKM lokal, serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui optimalisasi pemanfaatan pangan lokal bernilai tambah.

​Melalui kegiatan uji pasar ini, TEP 19 UNAIR berharap delapan produk inovasi tersebut tidak berhenti sekadar sebagai hasil pelatihan, melainkan dapat terus disempurnakan menjadi komoditas unggulan yang memberikan peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat Prafi.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *