Papua Barat

Transformasi Ekonomi Lokal Melalui Konten Kreatif: TEP Unpad Gelar Pelatihan Digital Creator di Bomberay-Tomage

74
×

Transformasi Ekonomi Lokal Melalui Konten Kreatif: TEP Unpad Gelar Pelatihan Digital Creator di Bomberay-Tomage

Sebarkan artikel ini
Fakfak
Pelatihan dan Pendampingan Digital Creator Yang Diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 4 Universitas Padjadjaran. Kamis (05/11/2026). FOTO: ISTIMEWA. PAPUADALAMBERITA.COM.

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Konten digital bukan sekadar soal jumlah penonton, pengikut, atau popularitas di media sosial. Di balik sebuah video pendek, foto, maupun cerita digital, terdapat peluang besar untuk memperkenalkan destinasi wisata, memperkuat identitas daerah, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Semangat tersebut menjadi landasan pelatihan dan pendampingan digital creator yang diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 4 Universitas Padjadjaran melalui program DIPSARDUTA di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Kamis (5/11/2026).

Bertempat di Ruang Serbaguna Homestay Rayhan, kegiatan ini dihadiri hampir 40 peserta dari kalangan pelaku usaha, siswa dan guru SMK, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan menjadi kreator digital.

Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Rani Sukmadewi, akademisi Universitas Padjadjaran di bidang digital marketing sekaligus ketua TEP Kelompk 4 Universitas Padjadjaran, serta @digitallybydiah, content creator dan digital creator, yang memberikan pelatihan kepada para peserta.

Menghubungkan Digital Marketing dengan Potensi Lokal

Dalam pengembangan ekonomi lokal, kemampuan memproduksi konten digital memiliki peran yang semakin penting. Kehadiran sebuah destinasi wisata atau produk lokal di media sosial dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah kepada calon wisatawan maupun konsumen.

Dr. Rani Sukmadewi membawa perspektif akademis digital marketing dalam penguatan program pemberdayaan ini. Strategi pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat konten yang menarik, tetapi juga bagaimana konten tersebut dapat menyampaikan nilai, membangun identitas, menjangkau audiens yang tepat, serta mendorong ketertarikan terhadap produk maupun destinasi.

Dalam konteks Bomberay–Tomage, strategi ini dapat diterapkan melalui pengembangan konten mengenai daya tarik pariwisata, produk hasil usaha masyarakat, budaya lokal, hingga kisah keseharian warga yang memiliki keunikan tersendiri.

Pendekatan tersebut penting agar digitalisasi tidak semata-mata menghasilkan aktivitas baru di media sosial, tetapi juga memberikan peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Digital Creator

Kehadiran @digitallybydiah sebagai praktisi memberikan dimensi aplikatif dalam kegiatan pelatihan. Peserta mendapatkan pengenalan mengenai bagaimana ide dan potensi yang ada di sekitar mereka dapat dikembangkan menjadi materi konten digital.

Kolaborasi antara pendekatan akademis digital marketing dan pengalaman praktisi konten menjadi bagian penting dalam menjembatani pengetahuan pemasaran dengan keterampilan kreatif yang dibutuhkan masyarakat.

Bagi Pokdarwis, keterampilan ini berpeluang memperkuat promosi destinasi wisata. Bagi pelaku usaha, konten digital dapat membantu memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Sementara bagi siswa dan guru SMK, keterampilan tersebut dapat dikembangkan sebagai kompetensi produktif yang relevan dengan perkembangan industri kreatif.

Menariknya, program ini juga membuka ruang bagi ibu rumah tangga untuk terlibat dalam aktivitas digital yang berpotensi mendukung usaha keluarga dan perekonomian masyarakat.

Dari Penonton Konten Menjadi Produsen Karya Digital

Salah satu tantangan pengembangan kapasitas digital masyarakat adalah mengubah kebiasaan menggunakan media sosial untuk konsumsi informasi dan hiburan menjadi aktivitas kreatif yang menghasilkan karya.

Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk mulai membangun cara pandang sebagai produsen konten. Pengalaman sehari-hari, produk usaha, keindahan alam, serta aktivitas masyarakat dapat menjadi bahan untuk menghasilkan video pendek, foto promosi, dan berbagai bentuk komunikasi digital lainnya.

Bagi pelajar, kemampuan ini juga menjadi peluang untuk mengembangkan keterampilan masa depan. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga individu yang mampu menghasilkan produk digital secara kreatif dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, konsep local heroes digital creator tidak terbatas pada individu yang populer di media sosial, tetapi mencakup masyarakat yang mampu menggunakan keterampilan digitalnya untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan daerahnya.

Membangun Wajah Digital Bomberay–Tomage dari Masyarakat Sendiri

Melalui DIPSARDUTA, TEP Kelompok 4 Universitas Padjadjaran menempatkan pemberdayaan digital sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di kawasan transmigrasi.

Program ini diharapkan menjadi fondasi awal tumbuhnya kreator lokal yang mampu membangun narasi positif mengenai Bomberay dan Tomage melalui karya mereka sendiri.

Keberlanjutan pendampingan, konsistensi produksi konten, serta kolaborasi antara pelaku usaha, penggerak wisata, dunia pendidikan, dan masyarakat menjadi aspek penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi aktivitas produktif.

Karena pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital bukan hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat menggunakan media sosial, tetapi juga dari seberapa jauh mereka mampu mengubah potensi lokal menjadi cerita, karya, peluang usaha, dan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Dari Bomberay–Tomage, panggung digital tidak lagi harus menunggu datangnya kreator dari luar daerah. Masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk menjadi kreator, promotor, sekaligus duta digital bagi wilayahnya sendiri.(rls)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *