PapuaPapua BaratPapua Barat Daya

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

423
×

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Sebarkan artikel ini
Tim Kamoro PTFI meraih Juara Umum I dalam Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026. Tim Amungme PTFI menempati Juara Umum II, sedangkan Juara Umum III diraih PT Hengjaya Mineralindo. Pengumuman pemenang berlangsung di Mimika Sport Complex, Timika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).FOTO: KORKOM PT FREEPORT INDONESIA

PAPUADALAMBERITA.COM.TIMIKA – Tim Kamoro dari PT Freeport Indonesia (PTFI) meraih Juara Umum I dalam ajang Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026. Sementara itu, Tim Amungme yang juga berasal dari PTFI menempati posisi Juara Umum II. Adapun Juara Umum III diraih PT Hengjaya Mineralindo.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam acara penutupan IFRC 2026 di Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).

Kompetisi yang berlangsung pada 24-31 Oktober 2026 tersebut diikuti 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi. PT Freeport Indonesia bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang mengusung tema “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia”.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga sarana bagi personel tanggap darurat untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

“Yang utama bukan semata-mata gelar juara, tetapi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap operasi pertambangan,” kata Tony.

Menurut dia, peningkatan kompetensi personel tanggap darurat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan kerja. Pengalaman yang diperoleh selama kompetisi diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam IFRC 2026, peserta mengikuti delapan kategori perlombaan, yakni Firefighter Competency Test (FCT) dan Individual Skill (IDS), Road Accident Rescue (RAR), High Angle Rescue (HAR), Confined Space Rescue (CSR), Structural Fire Fighting (SFF), Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), serta Firefighter Combat Challenge (FCC).

Setiap kategori menguji aspek berbeda, mulai dari keterampilan pemadaman kebakaran, penyelamatan korban kecelakaan, evakuasi di ruang terbatas, hingga operasi penyelamatan di ketinggian dan bangunan yang runtuh.

Ketua Umum Pertapindo Sri Rahardjo mengatakan, seluruh rangkaian perlombaan telah diselesaikan dan pemenang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dewan juri.

“IFRC bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan untuk melindungi serta menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas para ahli tanggap darurat dari perusahaan pertambangan dan energi, lembaga pencarian dan pertolongan, serta instansi pemadam kebakaran. Para juri berasal dari Indonesia, Malaysia, Peru, dan Australia.

Keterlibatan juri dari berbagai negara dan lembaga tersebut diharapkan dapat memperkaya proses penilaian sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam penanganan keadaan darurat.

Kapten Tim Kamoro PTFI Randy Julius mengatakan, keberhasilan timnya meraih Juara Umum I merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, latihan, dan kekompakan seluruh anggota tim.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PTFI, pembina, dan pelatih yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Menurut Randy, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti IFRC harus dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, terutama ketika menghadapi situasi darurat.

“Misi utama seorang rescuer adalah melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

IFRC merupakan wadah bagi personel tanggap darurat di sektor pertambangan dan energi untuk menguji kemampuan teknis, ketahanan fisik, ketepatan penerapan prosedur, serta koordinasi antarpersonel.

Melalui kegiatan tersebut, Pertapindo bersama PTFI mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan keadaan darurat sekaligus memperkuat penerapan budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan dan energi.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *