Papua Barat

Gubernur: Pemerintah Tak Pernah Memaksa Warga Ikut Vaksinasi

260
×

Gubernur: Pemerintah Tak Pernah Memaksa Warga Ikut Vaksinasi

Sebarkan artikel ini

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan MSI pada Muswil DPW BKPRMI Papua Barat di Swiss Belhotel Manokwari, Sabtu (12/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWAARI –  Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan MSI menegaskan, pemerintah Provinsi Papua Barat tidak pernah memaksakan warga untuk divaksinasi, apalagi pemaksaan dengan kekerasan, itu tidak benar, dan tidak pernah dilakukan.

Baca juga: Ketua Korwil: BKPRMI Papua Barat Harus Tunjukan Kinierja Bersama Pemerintah

‘’Pemerintah tak pernah menggunakan kekerasan, pemerintah tak pernah memaksa, yang ada pemerintah sosialisasi, kita imbau, kita ajak datangi tempat vaksinasi, baik Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas, rumah sakit, atau tempat vaksin massal, yang dilakukan adalah ajak warga ikut vaksinasi, itu tugas pemerintah,’’ tegas gubernur tanpa saat sambutan tanpa teks dihadapan peserta Musyawarah WIlayah Wilayah (Muswil) Ke-V Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masji Indonesia (BKPRMI) Papua Barat di Swiss Belhotel Manokwari, Sabtu (12/2/2022).

Gubernur mengatakan, informasi tidak jelas banyak beredar di platform media sosial, menyebutkan seakan-akan pemerintah memaksa warga ikut vaksinasi, ataupun menggunakan kekerasan, padahal pemerintah tidak pernah menggunakan kekerasan, tidak pernah paksa, yang ada pemerintah melakukan sosialisasi, imbauan ikut ivaksin, sehingga ketika ada virus dalam tubuh warga sudah aman.

Dominggus Mandacan menyebutkan data vaksinasi, Papua Barat saat ini mencapai 57,8% divaksin dosis pertama.

‘’Saya sudah (vaksinasi, red) dosis ketiga, kita ini kelompok lansia harus dosis ketiga, mari vaksin, memang ada tanggapan masyarakat yang lurus, ada yang miring juga terhadap penanganan vaksinasi, tetapi pemerintah punya tugas tanggung jawab menyelamatkan nyawa umat jadi tetap kita laksanakan vaksinasi,’’ tegas gubernur berulang-ulang.

Ketua BKPRMI Korwil, Sulawesi, Maluku dan Papua, Doktor H Rusdi Umar, MpdI didampingi Ketua BKPRMI Papua Barat H Mugiyono SHU saat penyerahan tropi ucapan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan MSI pada Muswil DPW BKPRMI Papua Barat di Swiss Belhotel Manokwari, Sabtu (12/2/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN

Mandacan mengajak pemuda remaja mesjid serta warga Papua Barat mentaati imbawan protokol kesehatan, sehingga semua dapat memutuskan penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua Barat.

‘’Data terakhir grafiknya naik, ada turunnya, ada datarnya, dua minggu terakhir grafiknya naik terus,  artinya positif lebih banyak dari yang sembuh, data kita hari ini (Sabtu, red) positif yang dirawat di rumah sakit ataupun isolasi mandiri ada 1.008 se Papua Barat, padahal data kita yang dirawat sempat hanya 15 orang,’’  tandasnya.

Gubernur menyebutkan, tingkat kesembuhan di Papua Barat sempat mencapai 98,4 persen sekarang turun 94,5 persen. Data akumulatif yang meninggal dunia di Papua Barat 358 orang.

‘’Lima bulan terakhir tidak ada yang meninggal, tiga hari lalu (dari Sabtu, red) ada satu orang di Kabupaten Teluk Bintuni meninggal dunia, namun belum diketahui meninggal karena virus omicron atau virus lain, sampelnya telah dikirim ke Jakarta untuk diuji, apakah omicron sudah ada di Papua Barat atau tidak,’’ kata Dominggus.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *