Ketua Panitia Pelaksana W20 Y202 Papua Barat Melkias Werinussa SE, MH yang ditemui wartawan di sekretaria panitia Jalan Salju Manokwari, Rabu (1/6/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Delegasi even Women20 (W20) dan Youth20 (Y20) akan mengunjungi Provinsi Papua Barat di Manokwari pekan kedua Juni 2022.
Baca juga: Magnet Mansinam dan Kunjungan W20 Y20 Cermin Papua Barat Sebagai Wajah Indonesia
Baca juga: Alasan Y20 dari 15 Negara Pilih Papua Barat, Mereka Akan Lakukan Ini di Manokwari
Event memperkenalkan budaya dan keberagaman Papua Barat ke dunia Internasional itu menelan biaya bukan R10 juta lebih, namun anggaran itu turun drastis, ini penjelasan ketua panitia.
Panitia daerah memastikan pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp 4,8 miliar untuk menyukseskan acara kunjungan delegasi W20 dan Y20.
Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana W20 Y202 Papua Barat Melkias Werinussa SE, MH didamping wakil ketua panitia Prof, Doktor Charlie D Heatubun SHUT, MSI Kor Kesektariatan doktor Onasius PM Matani MSC dan Koordinatir acara dan protokol Hans L Mandacan SIP, Msi yang ditemui wartawan di sekretaria panitia Jalan Gunug Salju Fanindi, Manokwari, Rabu (1/6/2022).
Panitia daerah mempersiapkan tempat, penjemputan, acara lokal yang akan dikunjungi sedangkan event termasuk peserta kewenangan panitia nasional. Manokwari mendapat dua kegiatan yaitu W20 dan Y20, provinsi lain hanya memperoleh satu kegiatan.
‘’Sebenarnya anggaran yang panitia dapatkan awalnya berkisar sekitar Rp5,2M, kemudian kita meminta kepada pemerintah Provinsi Papua Barat melalui bapak gubernur (Dominggus Mandacan, red) untuk menghibahkan anggaran dengan mempertimbangkan hal lain dan rasionalisasi anggaran, gubernur menyetujui Rp8,5 M,’’ jelas Werinussa.
Ia mengatakan, panitia inti menyusun, kemudian informasi yang dari panitia nasional khusus W20 akan datang lima istri kepala Negara.
‘’Ketika kami mendapat informasi, bahwa yang datang itu lima istri kepala negara tentunya protokol keamanan berubah. Protokol keamanannya harus VIP pengamanannya dikomandoi Kodam XVIII Kasuari,’’ ujarnya.
‘’Artinya mulai datangnya sampai dan seterusnya itu VIP, sehingga kami mengundang kembali seksi-seksi yang ada, kami minta kira-kira kalau dengan kedatangan lima istri kepala negara ini itu biayai seperti apa, kami meminta masing-masing seksi merumuskan, dari pihak keamanan meminta VIP yang dilakukan jumlah personilnya 915 orang kalau tidak salah, itu keputusan rapat waktu itu,’’ jelasnya.
Kota Manokwariu diwaktu malam siap menyambut kunjungan delegasi W20 dan Y20. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
Kata Werinussa, kemudian panitia menghitung, orang yang datang, personel perlu makan minum, lalu fasilitasi kendaraan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini tamu negara, kemudian makan, minumannya harus di datangkan dari Jakarta, itu konsekuensi.
‘’Sehingga, berdasarkan analisa masing-masing seksi biayanya membengkak menjadi Rp10 M lebih yang kemarin disampaikan (dirapat koordinasi, red), merupakan akumulasi dari seluruh kegiatan dengan catatan lima istri kepala negara,’’ jelasnya rinci.
Werinussa melanjutkan, dalam perkembangannya ada penetapan orang yang datang tergantung dari penetapan panitia nasional baik W20 maupun Y20.
‘’Perkembangan informasi dari panitia nasional Jakarta, tidak jadi istri kepala negara, yang datang istri kedutaan besar. Dengan demikian teman-teman di Kodam meminta di rolling level pengamanannya, turun ke tingkat biasa dilakukan oleh kepolisian,’’ sebut Werinussa.
‘’Proses ini kami lagi lakukan untuk pengembalian seperti itu, sehingga tentu dengan anggaran yang awalnya direncanakan Rp10M tidak seperti itu, kita rasionalkan. Sampai sekarang kita dengan kekuatan di Rp4,8 M,’’ sambungnya.
Menurutnya, dari Rp4,8 M dibagi, karena konsekuensi kita menerima dua kegiatan W20 dan Y20 di Provinsi Papua Barat semua pembiayaan panita daerah tanggung.
‘’Untuk menanggung itu, kita membagi dari Rp4,8 M, 1 M untuk W20 Rp1 M untuk panitia nasional Y20. Kita serahkan acara mereka urus, kita terima bersih.
Manokwariu diwaktu siang. PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN
‘’Yang kita atur panitia lokal itu, akomodasi di sini, penjemputan ke titik-titik lokasi yang mereka kunjungi , nanti ada city view ada kunjungan ke pulau Mansinam, itu kelola dari Rp2,4M, panitia sekitar 100 lebih semua stakeholder ada di dalamnya,’’ jelasnya.
Lanjutnya, bahwa sekarang panitia merivisi yang ketiga. Dengan hadirnya bapak penjabat gubernur beliau mengarahkan kira-kira seperti apa, panitia memahami untuk melakukan perubahan termasuk melakukan perubahan koordinator keamanan dari TNI angkatan darat dipindahkan ke kepolisian.
‘’Alokasi dana yang sekarang kita pegang itu Rp4,8 miliar untuk pelaksanaan dua kegiatan ini. Di mana nanti W20 dilaksanakan pada tanggal 7 sampai tanggal 10 Juni 2022 yang pemudanya (Y20) dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 19 Juni 2022,’’ tuutp Werenussa.
Ditambahkan armada laut yang akan dipakai untuk mengakut delegasi melihat situs religius di Pulau Mansinam panita daerah menyediakn KM Bahari Express, karena lebih representatif dan cukup banyak mengangkut penumpang.(tam)













