Papua Barat

Urai Antrian di SPBU, Dirkrimsus Polda Papua Barat: Ada Pencegahan, Tindak yang Nakal

592
×

Urai Antrian di SPBU, Dirkrimsus Polda Papua Barat: Ada Pencegahan, Tindak yang Nakal

Sebarkan artikel ini

Antrian panjang pengisian BBM di SPBU Jalan Esau Sessa Manokwari Papua Barat pada Senin (3/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Pemandangan antrian panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum  (SPBU) Manokwari terlihat lagi, antrian itu harus dipahami tidak semata karena variabel tunggal, yaitu dugaan penimbunan.

‘’Tetapi disebabkan faktor psikologi publik mengetahui kebutuhan bahan bakar menjadi utama, sehingga ia lebih awal ke SPBU untuk antri,’’ ujar Dirkrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, SSos, SIK, MKrim yang ditemui wartawan sebelum Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Mansinam 2022 di Polda Papua Barat, Senin (3/10/2022).

Kata Dirkrimsus, untuk mengurai antrian panjang itu Polda Papua Barat terus melakukan pengawasan, pencegahan penimbunan, sampai penindakan jika ada yang nakal, ini untuk memberikan jaminan kepada warga, bahwa ketertiban di kabupaten dan kota di Papua Barat benar-benar terjaga.

‘’Kemudian masyarakat yang memang berhak menerima BBM tetap menerima haknya sesuai ketentuan pemerintah, dan kemudian kami selalu memberikan support sering holder terkait,  jadi kita kita bekerja sendiri,’’ kata dirkrimsus.

Kombes Romylus Baik mengatakan, sejak pemberlakuan penyesuaian harga BBM untuk solar maupun juga pertalite pemerintah dan instansi terkait di tingkat Papua Barat terus evaluasi di beberapa daerah.

‘’Dari hasil evaluasi kita bersama termasuk dengan Pertamina, teman-teman SPBU dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, TPID kita memantau masih ditemukan adanya antrian termasuk di Manokwari,’’ ujar Dirkrimsus.

Ia mengatakan penyebab lain terjadinya antrian di khusus Manokwari seperti yang terungkap dari hasil sebagaimana hasil rapat bersama memang jumlah SPBU terbatas, dan ada SPBU yang belum beroperasi kembali.

Dirkrimsus Polda Papua Barat yang ditemui wartawan di Polda Papua Barat, Senin (3/10/2022). PAPUADALAMBERITA. FOTO: RUSTAM MADUBUN.

‘’Diharapkan adanya penambahan SPBU maka akan ada pemecahan antrian, sehingga tidak terjadi antrian panjang yang teman-teman lihat seperti di SPBU Jalan Baru dan SPBU Sowi IV Manokwari,’’ ungkap Dirkrimsus.

‘’Dibandingkan SPBU lain, dua SPBU (Jalan baru, Sowi IV, red) ini relatif lebih panjang, dalam rapat koordinasi telah diputuskan,  kita terus berupaya mencegah (mengurai, red) antrian, Ini sebagaimana perintah Bapak Kapolda,  sudah diturunkan tim gabungan, ada dari Direktorat PAM Obvit, Direktorat Samapta, lalu lintas juga dari Polres,’’ sambungnya.

Tim turun, kata Dirkrimsus untuk pengamanan, penertiban, sasarannya mengurai antrian tim dengan SPBU memberikan imbauan ke masyarakat, kalau batas antrian berlebihan menyebabkan ganggu ketertiban dan lalu lintas di sekitar SPBU.

‘’Hasil evaluasi kita pada saat treatment ini cukup berhasil, dan sekarang ada penyesuaian harga BBM, kita evaluasi treatment ini akan kembali dilakukan supaya antrian panjang tidak mengganggu ketertiban masyarakat,’’ kata sebut Dirkrimsus.

‘’Dari sisi pencegahan maupun mitigasi, kita juga lakukan upaya represif untuk menekan jangan ada niat jahat menimbunan BBM untuk kepentingan mereka, kita komitmen kepentingan masyarakat menjadi atensi dari bapak Kapolda,’’ tegas dia.(tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *