Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Papua Barat dokter Arnold Tiniap, M.Epid yang ditemui wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (20/2/2023). FOTO: PAPUADALAMBERITA/RUSTAM MADUBUN.
PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI – Serangan jantung merupakan satu penyebab kematian di Papua Barat, untuk itu Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta operasi jantung pasang ring bisa dilakukan di Manokwari Papua Barat.
‘’Masukan dari Menteri Kesehatan adalah katerisasi untuk jantung oleh dokter spesialis jantung yang sudah dilatih untuk bisa memasang ring, tetapi tahun ini kita belum siap sehingga diharapkan tahun depan,’’ ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat dokter Arnold Tiniap, M.Epid yang ditemui wartawan seusai apel di Kantor Gubernur Papua Barat Senin (20/2/2023).
Menurut Arnold masuk itu saat dirinya bersama sejumlah pejabat Papua Barat dan Kabupaten Manokwari bertemu Menkes bulan lalu di Jakarta.
‘’Intinya waktu pertemuan itu dari Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui bupati untuk meminta ada rumah sakit seperti rumah sakit umum pusat, Menkes meminta data jumlah rumah sakit, tempat tidur, dilaporkan juga pemerintah Provinsi Papua Barat telah dimekarkan menjadi Papua Barat Daya, kemudian beliau (Menkes, red) menyimpulkan, belum saatnya kita menambahkan rumah sakit,’’ jelas Tiniap.
‘’Yang diperlukan adalah meningkatkan sarana prasarana yang sudah ada, kementrian kesehatan siap mendukung alat kesehatan mereka siap, tinggal pemerintah daerah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara kontrak dari luar atau menyekolahkan, yang penting pemerintah daerah mempersiapkan SDM, kementerian kesehatan siap membackup,’’ sebut Tiniap mengulang pesan Menkes.
Kata Tiniap, dalam pertemuan itu Menkes mendorong empat layanan untuk di tingkatkan di Manokwari Papua Barat yaitu, kanker, jantung, stroke dan ginjal.
Tiniap mengatakan, karena menurut menkes masyarakat di Papua Barat cenderung mendapatkan pelayanan sakit jantung harus ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Rumah Sakit Dharmais atau ke Makassar, Surabaya, sehingga secara anggaran tidak efektif dan efisien.
‘’Oleh karena itu katerisasi untuk jantung, itu masuknya Menkes dan dokter spesialis jantung yang sudah dilatih bisa memasang ring jantung,’’ kata Tiniap.
Menurut Tiniap yang dialokasikan duluan adalah untuk pemeriksaan kanker payudara, sehingga yang ahli jantung, stroke dan ginjal dalam pertengahan tahun harus mempersiapkan SDM untuk disulkan tahun depan.
‘’Kita di Manokwari baru punya satu dokter spesial jantung, dokter spesialis harus memiliki kompetensi atau kualifikasi untuk memasang ring jantung, harus mereka dilatih lagi.(rustam madubun)













