fbpx
Anggota DPR RI Asal Papua Barat, M. Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M,S.IP. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com PAPUADALAMBERITA.COM. SORONG,– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua... Anggota DPD-RI Ini Minta Pemkot Sorong Perhatikan Kesejahteraan Tenaga Medis

Anggota DPR RI Asal Papua Barat, M. Sanusi Rahaningmas,S.Sos.,M.M,S.IP. FOTO: ISTIMEWA/papuadalamberita.com

PAPUADALAMBERITA.COM. SORONG,– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Papua Barat, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos.,M.M,S.IP meminta kepada Pemerintah Kota Sorong untuk perhatian kesejahteraan tenaga medis di daerah tersebut.

Permintaan itu berdasarkan info yang diterima, Sanusi Rahaningmas mengatakan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) tenaga medis tidak sesuai dengan pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintahan Kota Sorong.

“Informasi yang saya terima, perawat atau tenaga di RSUD Sele Be Solu dan puskesmas hanya mendapatkan tunjangan sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per bulan yang berbanding jauh pegawai lainnya,” ujar Sanusi Rahaningmas melalui keterangan persnya kepada wartawan ini, Rabu, (8 /4).

Mantan legislator Papua Barat.itu mengatakan, di tengah pendemi COVID-19 yang mewabah tenaga medis merupakan garda terdepan yang menangani pasien virus asal Wuhan tersebut. Untuk itu, tambah Sanusi Rahaningmas, kesejahteraan tenaga medis di RSUD maupun puskesmas harus di utamakan.

“Kalau tenaga medis atau perawat tidak diperhatikan bagaimana mereka bisa berkerja dengan baik, Saya harap Pemerintah Kota harus memperhatikan hal ini,” tandas Sanusi Rahaningmas.

Sebelumnya sejumlah tenaga media RSUD Sele Be Solu Kota Sorong mengelar aksi demontrasi menolak pembayaran TPP yang dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan tenaga medis mengancam mogok kerja sebelum aspirasi mereka dijawab oleh Wali Kota Sorong.(aba/tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!