Papua

Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak

199
×

Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.TIMIKA Peserta pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan (AI Ignition Training) yang digelar Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama Grasberg Academy dan didukung PT Freeport Indonesia membludak melebihi kuota yang ditentukan.

Ratusan peserta yang terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga profesional lokal antusias mengikuti pelatihan di Hotel Horison Diana pada 30 April 2026.

“Antusiasme peserta terhadap pelatihan kecerdasan artifisial sangat tinggi. Meski registrasi resmi dibuka pukul 08.00 WIT, peserta telah memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIT dengan semangat besar,” kata Program Lead Regional Papua dan Maluku, Elviliana Y. Watopa di Timika, Kamis.

Ia menjelaskan, dari target awal sebanyak 170 peserta, jumlah kehadiran meningkat signifikan hingga 277 orang yang akhirnya diakomodasi masuk ke dalam venue. Peserta berasal dari 11 SMK, satu politeknik, 50 peserta dari IPN, perwakilan Youth Creative Hub Papua–Timika, serta masyarakat umum dengan rentang usia 15 hingga 50 tahun.

“Lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda Timika terhadap penguasaan teknologi digital, khususnya AI, sangat positif. Ini menegaskan bahwa inisiatif pengembangan kapasitas berbasis teknologi masa depan sangat dibutuhkan,” lanjut Elviliana.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix V. Wanggai, mengapresiasi semangat anak muda Papua dalam mempelajari hal baru. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Papua.

“Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua. Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia,” ujar Velix.

Sementara itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia, Engel Enoch, menegaskan bahwa keberlanjutan sejati lahir dari pemberdayaan manusia. Menurutnya, pelatihan ini membuka peluang bagi generasi muda Papua untuk siap menghadapi perubahan zaman.

“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Penguatan kapasitas SDM, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci,” katanya.

Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan ini diselenggarakan oleh AI Ignition Indonesia bersama Grasberg Academy dan KUMPUL, serta didukung Asian Venture Philanthropy Network, Google.org, dan Asian Development Bank sebagai bagian dari komitmen global mempercepat inklusi digital di Indonesia.

Pelatihan ini menghadirkan dua tokoh muda Papua, Yoshua Gombo dan Elviliana Y. Watopa. Yoshua membahas fondasi teknis kecerdasan buatan seperti machine learning dan generative AI, teknik prompt engineering, serta penerapan AI di sektor pendidikan, UMKM, dan layanan publik.

Sementara itu, Elviliana mengangkat topik adopsi AI secara bertanggung jawab, termasuk peluang pengembangan ekosistem digital di Indonesia Timur, strategi kolaborasi manusia dan AI, serta pentingnya etika digital dan prinsip inklusivitas.

Sejak diluncurkan secara nasional pada 2025, program AI Ignition Training telah menjadi katalis dalam mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi transformasi teknologi. Kehadirannya di Timika menegaskan komitmen bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam kesiapan digital, termasuk Papua Tengah.

Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh ekosistem lokal, termasuk mitra media Koreri.com serta komunitas seperti Jasgo Academy, Institut Pertambangan Nemangkawi, dan Papua Youth Creative Hub (PYCH), yang turut memperkuat kolaborasi dan membuka peluang pendampingan lanjutan bagi peserta.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *