PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Pesparawi XIV Nasional di Manokwari, Provinsi Papua Barat tercermin dari banyaknya kendaraan yang didaftarkan untuk menunjang operasional transportasi selama kegiatan berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Markus Lukas Sabarofek, mengatakan hingga saat ini tercatat sebanyak 202 unit kendaraan dari berbagai merek telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan transportasi peserta dan tamu undangan.
“Artinya masyarakat Manokwari sangat mendukung event besar ini,” kata Sabarofek, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, armada yang tersedia terdiri atas berbagai jenis kendaraan, mulai dari bus hingga kendaraan roda empat seperti Fortuner dan Pajero yang akan digunakan untuk melayani peserta maupun pejabat dari luar daerah.
“Kami bekerja sesuai SOP yang ada sehingga bisa dipastikan kendaraan untuk tamu dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.
Untuk memperkuat dukungan transportasi darat, Dinas Perhubungan Papua Barat juga berencana menyurati Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan guna meminjam armada bus tambahan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Meski demikian, berdasarkan data yang dimiliki panitia, kebutuhan bus untuk mendukung pelaksanaan Pesparawi XIV saat ini dinilai telah mencukupi.
“Dari data kami, kebutuhan bus sudah mencukupi,” katanya.
Sementara itu, untuk transportasi udara, panitia masih berkoordinasi dengan sejumlah maskapai penerbangan guna membuka tambahan penerbangan di luar jadwal reguler selama kegiatan berlangsung.
Menurut Sabarofek, hasil rapat dengan pihak Bandara Rendani Manokwari menunjukkan bahwa maskapai Wings Air tengah diupayakan membuka penerbangan reguler rute Manokwari-Sorong sebagai tambahan layanan penerbangan selama Pesparawi XIV.
“Untuk wilayah Papua Barat yang belum ada hingga kini Manokwari-Fakfak masih diusahakan, sementara kabupaten lainnya sudah,” ujarnya.
Di sektor transportasi laut, panitia memastikan kondisi masih aman karena selain kapal reguler tersedia pula satu kapal tambahan dengan sistem deviasi rute untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama kegiatan berlangsung.(rls)













