Papua Barat

Autopsi Jenazah Presenter TVRI Papua Barat Dimulai

418
×

Autopsi Jenazah Presenter TVRI Papua Barat Dimulai

Sebarkan artikel ini

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – ​Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, mendiang Yanto Idorway, resmi dimulai di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Polda Papua Barat, Kamis (30/7/2026) sore.

Di tengah pengawalan ketat dan penantian panjang keluarga yang telah berjaga selama tiga hari, tim dokter forensik memastikan prosedur medis ini berjalan secara transparan dan profesional.

​Tindakan medis yang diperkirakan memakan waktu sekitar 4 jam ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIT. Kehadiran keluarga bersama warga tampak memadati area Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat guna menanti jalannya autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik dr. Jimmy V. J. Sembay, Sp.F. Sang dokter diketahui baru saja tiba dari Jayapura dan langsung menuju lokasi RS Polda.

​Pihak keluarga sendiri telah mendirikan posko dan berjaga di depan kamar jenazah—yang terletak di bagian belakang rumah sakit dan bersebelahan dengan Mapolda Papua Barat—selama tiga hari terakhir.

Guna memberikan kenyamanan, pihak kepolisian turut memasang tenda bagi keluarga dan warga yang beristirahat menanti hasil pemeriksaan.

​Kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol dr. Iskandar, Sp.B, MARS., QHIA, menyatakan bahwa pihaknya diamanahkan untuk memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan autopsi ini.

Sebelum tindakan dimulai, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh dokter forensik, perwakilan keluarga, serta kuasa hukum.

​”Kami akan adakan rapat dihadiri dokter dan juga perwakilan keluarga dan kuasa hukum,” kata Kabiddokkes Polda Papua Barat.

​Ia menegaskan bahwa proses autopsi akan dilakukan secara profesional, imparsial, dan sesuai standar yang berlaku. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan fasilitas yang tersedia, mengingat banyaknya jumlah keluarga dan warga yang hadir secara langsung di lokasi.

​”Kami minta maaf atas fasilitas yang ada, kami tidak menduga kehadiran bapak ibu di sini sebanyak ini,” ujarnya, seraya mengimbau agar warga tidak memasuki area steril tempat autopsi guna menghindari risiko kontaminasi karena tidak menggunakan alat pelindung diri.

​Dokter forensik dr. Jimmy V. J. Sembay, Sp.F, memperkirakan proses autopsi ini akan berlangsung kurang lebih selama 4 jam.
​Sebagai pengingat, Yanto Idorway sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan air terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Sabtu (18/7/2026).

Setelah pencarian awal selama 7 hari oleh Tim SAR belum membuahkan hasil, pihak keluarga atas tekad bulat melanjutkan pencarian mandiri pada hari ke-9 dengan melibatkan kepala kampung, warga setempat, serta bantuan dari unsur TNI, Polri, dan SAR, hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *