Papua Barat

Bersatu Lindungi Hutan, IRI Indonesia Resmi Diluncurkan di Papua Barat

316
×

Bersatu Lindungi Hutan, IRI Indonesia Resmi Diluncurkan di Papua Barat

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si., FLS, menyampaikan laporan dalam peluncuran Chapter Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Provinsi Papua Barat di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (13/8/2026). FOTO: RUSTAM MADUBUN/PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Upaya perlindungan hutan dan penguatan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat didorong melalui kolaborasi lintas agama, masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan peluncuran Chapter Interreligious Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Provinsi Papua Barat melalui kegiatan bertema “Hutan Suci, Masa Depan Bersama: Membangun Kolaborasi Lintas Iman untuk Keadilan Ekologis dan Perlindungan Hutan Papua” di Hotel Aston Niu Manokwari, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan peluncuran Chapter IRI Indonesia Papua Barat berlangsung pada 12-14 Agustus 2026.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si., FLS, disebutkan bahwa hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan ekologis.

Menurut dia, perlindungan hutan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan kebijakan dan teknis. Nilai moral dan keimanan juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.

“Hubungan antara manusia, alam, dan nilai spiritual merupakan fondasi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan ekologis,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.

Peluncuran Chapter IRI Indonesia Papua Barat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap perlindungan hutan dan keberlanjutan lingkungan.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kementerian Agama, hingga unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi keagamaan, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil dan mitra pembangunan.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja bersama dalam menghadapi persoalan ekologis, terutama yang berkaitan dengan keberadaan dan kelestarian hutan Papua.

Pendekatan lintas iman dinilai penting karena komunitas keagamaan memiliki jaringan sosial yang luas dan dapat berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Chapter IRI Indonesia Papua Barat memiliki sejumlah tujuan utama. Salah satunya memperkenalkan visi, misi, pendekatan, serta fungsi IRI Chapter Indonesia kepada para pemangku kepentingan di Papua Barat.

Selain itu, forum tersebut diarahkan untuk membangun komitmen bersama antara tokoh lintas agama, masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.

Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan hutan sekaligus mendorong keadilan ekologis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.

Agenda lainnya adalah menyusun prioritas serta rencana tindak lanjut Chapter IRI Indonesia Papua Barat secara bersama-sama.

Program penguatan kapasitas juga menjadi bagian dari agenda IRI, antara lain melalui Interfaith Immersion Training, kampanye publik, pendidikan lingkungan, dan berbagai aksi kolaboratif.

Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial peluncuran, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan komunitas keagamaan dan masyarakat di tingkat akar rumput.

Isu perlindungan hutan memiliki posisi strategis bagi Papua Barat. Hutan bukan hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, kebudayaan, serta nilai-nilai spiritual.

Karena itu, pelibatan masyarakat adat menjadi salah satu unsur penting dalam penguatan gerakan perlindungan hutan.

Kolaborasi pemerintah, masyarakat adat, komunitas keagamaan, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil diharapkan dapat menghasilkan pendekatan pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan ekologis dan kepentingan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, peluncuran IRI Chapter Papua Barat diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Papua Barat, termasuk penguatan posisi Papua Barat sebagai provinsi yang mengedepankan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Sejumlah agenda disiapkan dalam rangkaian peluncuran Chapter IRI Indonesia Provinsi Papua Barat.

Selain peluncuran resmi, kegiatan diisi dengan talkshow panel yang mempertemukan unsur lintas agama, masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas peran berbagai pihak dalam menjaga hutan serta memperkuat keadilan ekologis di Papua Barat.

Rangkaian kegiatan juga mencakup deklarasi dan komitmen bersama. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama sebagai landasan kolaborasi para pemangku kepentingan.

Simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan turut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol bahwa perlindungan hutan membutuhkan tindakan nyata dan keterlibatan bersama, tidak hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui peran masyarakat dan komunitas keagamaan.

Peluncuran Chapter IRI Indonesia Provinsi Papua Barat sebenarnya merupakan kegiatan yang sebelumnya sempat tertunda karena kendala teknis.

Namun, setelah dilakukan persiapan dan penyesuaian, kegiatan akhirnya dapat terlaksana pada 13 Agustus 2026 di Manokwari.

Melalui peluncuran tersebut, para pemangku kepentingan di Papua Barat diharapkan dapat membangun komitmen jangka panjang untuk menjaga hutan sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.

Tema “Hutan Suci, Masa Depan Bersama” menjadi pesan utama bahwa kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama dan memiliki dimensi ekologis, sosial, budaya, serta spiritual.

Dengan terbentuknya Chapter IRI Indonesia Papua Barat, kolaborasi lintas iman diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat perlindungan hutan Papua dan mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *