Papua Barat

BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat Mulai Oktober 2026, Warga Diminta Waspada

352
×

BMKG Prediksi Musim Hujan Papua Barat Mulai Oktober 2026, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat, Sony Harotono, menjelaskan secara daring bahwa awal musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Papua Barat bervariasi jika dibandingkan dengan rerata normalnya. FOTO: FRNAS WEKING.ANTARA

PAPUADALAMBERITA.COM.MANOKWARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas III Papua Barat memprakirakan awal Musim Hujan Tahun 2026/2027 di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya paling awal terjadi pada bulan Oktober 2026.

Puncak musim hujan diproyeksikan berlangsung bervariasi, dengan kecenderungan dominan terjadi pada Januari 2026.

​Berdasarkan analisis dinamika atmosfer serta kondisi fisis regional dan global, BMKG mengidentifikasi awal musim hujan pada Oktober 2026 mencakup setidaknya enam Zona Musim (ZOM).

Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian Kabupaten Manokwari (Manokwari Utara, Barat, Timur, Selatan, Masni, Warmare), Fakfak (Bombaray, Karas, Mbahamdandra, Tomage), Kaimana (Buruway, Kambaru), Teluk Bintuni (Aroba, Babo, Fafuwar, Kaitaro, Sumuri, Moskona Utara), Pegunungan Arfak (Tastega), serta Tambrauw (Ambarbaken, Kebar, Abun, Kwoor, Sausapor, Fef, Miyah, Senopi, Yembun).

​Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat, Sony Harotono, saat daring menjelaskan bahwa perbandingan awal musim hujan terhadap rerata normalnya menunjukkan variasi di beberapa daerah.

Terdapat empat ZOM yang mengalami pergeseran awal musim hujan lebih maju dari normalnya, termasuk kawasan Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Tambrauw.

Sementara itu, beberapa ZOM lainnya diperkirakan mundur dari rata-rata sejarahnya, seperti di wilayah Fakfak, Kaimana, serta sebagian Kepulauan Raja Ampat.

​Mengenai sifat hujan selama periode 2026/2027, BMKG memprediksi dari total ZOM yang dianalisis:

​10 ZOM masuk dalam kategori Sifat Hujan Normal.

​6 ZOM diprediksi mengalami Sifat Hujan Atas Normal (lebih basah dari biasanya).

​5 ZOM diprediksi berada pada kategori Sifat Hujan Bawah Normal.

​Pihak BMKG mengimbau masyarakat di kedua provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama masa peralihan musim (pancaroba).

Periode transisi ini berpotensi memicu munculnya fenomena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat berdurasi singkat yang disertai angin kencang dan petir.

​Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak terverifikasi, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari lembaga pemerintah yang berwenang.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *