Papua Barat

Bukan Mainan Biasa, ABU Buka Mata Wartawan soal Airsoft

656
×

Bukan Mainan Biasa, ABU Buka Mata Wartawan soal Airsoft

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Airsoft Brotherhood Unity Papua Barat, Subhan Cahyadi, bersama anggota ABU saat memberikan sosialisasi tentang olahraga airsoft kepada insan pers di Caffee Kopikir Sendiri, Manokwari, Selasa (8/9/2026) malam.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

PAPUADALAMBERITA.COM, MANOKWARI – Airsoft kerap dipandang sekadar permainan dengan replika senjata.

Padahal, di baliknya terdapat disiplin, sportivitas, keselamatan, aturan dan tanggung jawab yang harus dipahami setiap pelakunya.

Pemahaman itulah yang dibuka Airsoft Brotherhood Unity (ABU) Papua Barat kepada sekitar 20 wartawan di Manokwari melalui sosialisasi di Caffee Kopikir Sendiri, Sowi, Selasa (8/9/2026) malam.


Ketua PWI Papua Barat, Bustam ST memberikan sambutan pada sosialisasi tentang olahraga airsoft kepada insan pers di Caffee Kopikir Sendiri, Manokwari, Selasa (8/9/2026) malam.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

Kegiatan dihadiri Ketua PWI Papua Barat Bustam, ST dan Sekretaris PWI Papua Barat Jems. Materi disampaikan Sekretaris ABU Papua Barat Subhan Cahyadi bersama anggota ABU.

Subhan mengatakan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, terutama peserta baru, bahwa airsoft bukan sekadar aktivitas rekreasi.

“Airsoft bukan sekadar aktivitas rekreasi biasa, melainkan olahraga yang menuntut kedisiplinan, sportivitas dan tanggung jawab tinggi,” kata Subhan.

Menurutnya, aspek keselamatan atau safety serta kepatuhan terhadap aturan menjadi prioritas dalam setiap aktivitas airsoft. Peserta juga didorong memahami etika agar perkembangan komunitas berjalan positif dan bertanggung jawab.

Sekretaris Airsoft Brotherhood Unity Papua Barat, Subhan Cahyadi, bersama anggota ABU saat memberikan sosialisasi tentang olahraga airsoft kepada insan pers di Caffee Kopikir Sendiri, Manokwari, Selasa (8/9/2026) malam.FOTO: RUSTAM MADUBUN.PAPUADALAMBERITA.COM

Sementara itu, Ketua PWI Papua Barat Bustam mengapresiasi langkah ABU membuka ruang edukasi kepada insan pers.

“Sering kali hal yang kurang dipahami justru menimbulkan kesalahpahaman dan asumsi yang keliru, sehingga berita yang disampaikan jadinya tidak akurat,” ujar Bustam.

Ia menilai wartawan perlu memahami suatu isu secara utuh sebelum menyampaikannya kepada publik, termasuk sejarah airsoft, perbedaannya dengan senjata api, aspek keselamatan dan aturan permainan.

“Sebagai insan pers, PWI Papua Barat memahami bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang benar dan berimbang,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, Subhan juga memperkenalkan empat organisasi yang disebutnya sebagai bagian dari ekosistem airsoft di Indonesia.

Pertemuan tersebut direncanakan berlanjut dengan kegiatan berikutnya agar wartawan dapat mengenal peralatan dan aktivitas airsoft secara langsung.

Bustam berharap kolaborasi PWI Papua Barat dan ABU tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi ikut mendorong perkembangan airsoft yang sehat, tertib, aman dan menjunjung sportivitas di Papua Barat.(rustam madubun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *