Bupati Fakfak, Dr. Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. Ketika Membuka Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan Ke V PWI Kabupaten Fakfak.FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.  PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK –... Bupati Fakfak : Pemikir – Pemikir Besar Adalah Filial Journalis

Bupati Fakfak, Dr. Drs. Mohammad Uswanas, M.Si. Ketika Membuka Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan Ke V PWI Kabupaten Fakfak.FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com. 

PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK –  Bupati Fakfak, Dr. Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, mengatakan, tidak ada dalam sejarah, pemikir – pemikir besar itu tidak filial journalis, tetapi sesungguhnya bila di kaji secara baik pemikir – pemikir besar ada filial journalis.

Pemikir – pemikir  besar seperti Rosihan Anwar, Gunawan Mohamad, Efedy Yusuf, Manuel Kaisepo, mereka adalah kolumnis yang berlatar belakang journalis, perjalanan sejarahnya pasti berlatar belakang journalis.

“Kalau saya (Bupati red) mencoba membaca pikiran – pikirannya Rosihan Anwar dan beberapa pemikir – pemikir besar lainnya yang menurut pandangan saya ada profesionalime journalis”, tandas Mohammad Uswanas, ketika membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Ke V PWI Fakfak yang berlangsung di lantai 5 ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jumat (13/12).

Dengan demikian menurut orang nomor satu di Kabupaten Fakfak, yang akrab disapa Mocha, jadi sebenarnya profesi journalis itu sangat luar biasa, hebat sekali karena profesi ini bisa menghasilkan pemikir – pemikir besar.

“Bila profesionalisme kita tinjau dari istilah profesi merupakan implementasi dari teoritical terhadap konsep pengembangan disipliner sebuah ilmu, wartawan itu butuh profesional,  wartawan bukan dengar – dengar info, wartawan itu menghasilkan berita”.

Di tengah – tengah pembukaan UKW Ke V PWI Fakfak, yang dihadiri Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para peserta UKW Ke V PWI Kabupaten Fakfak, Bupati Mohammad Uswanas, juga mengkuatirkan profesi wartawan hanya sebagai tempat mencari pekerjaaan, pada hal sesungguhnya tidak karena profesi journalis sesungguhnya hebat sekali.

Suasana Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan Ke V PWI Fakfak Yang Berlangsung di Ballroom Lantai 5 Hotel Grand Papua Fakfak. FOTO : RICO LET’s./papuadalamberita.com.

Lebih lanjut menurutnya, profesionalisme, kompetensi dan berintegritas, merupakan tiga bangunan prinsipal untuk bagaimana membangun profesionalisme wartawan karena itu journalisme dan spiritualisme sangat kuat sekali dan keduanya membawa kabar gembira yang hikmat, ada etika ada moral force (kekuatan moral) yang harus kita pertahankan bagaimana mewujudkan profesionalisme wartawan.

Tambahnya, terkait dengan profesionalisme bila melihat pemikiran Ignas Kleden maka profesionalisme tidak mungkin tanpa didukung oleh kompetensi karena kompetensi itu menunjukan bagaimana praktisisme sistem kerja atau cara pandang, cara pikir, cara mengelolah objek – objek masalah yang bisa diangkat sebagai topik masalah untuk dibawa dalam rapat redaksi untuk dijadikan sebagai berita.

Oleh karena itu sebagai Bupati melihat profesi wartawan begitu penting sebagai mitra Pemerintah Daerah di Kabupaten Fakfak sebanya sebagai Bupati Fakfak sangat berterimah kasih tim pengujuji UKW dari Jakarta bisa dapatng ke Fakfak dan kedatangan tim pengujui UKW PWI Pusat menjadi kehormatan besar, kehormatan besar bukan untuk wartawan tetapi untuk Bupati.(RL 07)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *