PAPUADALAMBERITA.COM. FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, s.Sos., M.AP., menyoroti masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Fakfak yang saat ini baru mencapai kisaran Rp40 miliar. Pada hal kalau diaktifkan secara baik maka PAD Kabupaten Fakfak dapat menembus 100 Miliar, Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan peluncuran aplikasi SI CESA di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak, Senin (03/07/2026).
Dalam arahannya ketika didampingi Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, MT., Bupati Samaun Dahlan mengungkapkan bahwa masih banyak potensi penerimaan pajak daerah dari berbagai sektor usaha maupun fasilitas publik yang belum dipungut secara optimal.
”Hari ini PAD kita hanya berkisar antara Rp40 miliar. Ternyata banyak sektor yang belum dipungut pajak secara maksimal, mulai dari rumah kontrakan, rumah sewa, TV kabel, hingga restoran dan rumah makan yang jumlahnya sangat banyak,” ujar Samaun Dahlan.
Selain sektor usaha masyarakat, Bupati Samaun Dahlan juga memberikan perhatian serius terhadap tunggakan pajak dari operasional kendaraan dinas milik pemerintah daerah sendiri. Dia mencatat ada lebih dari 1.000 unit kendaraan dinas yang hingga saat ini belum melunasi kewajiban pajaknya.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Bupati meminta instansi terkait untuk membangun kerja sama dengan pihak kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas (Satlantas), untuk melakukan penertiban secara berkala di lapangan.
”Kendaraan dinas saja yang tidak bayar pajak itu ada seribu lebih. Saya minta coba kerja sama dengan Satlantas untuk lakukan sweeping (razia) di titik-titik strategis seperti area konvensi. Kalau ada kendaraan yang tidak bayar pajak, langsung ditindak di tempat,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan bahwa pembenahan di sektor perpajakan dan retribusi daerah harus segera dilakukan secara masif mengingat banyaknya potensi penerimaan daerah yang belum terkelola dengan baik.(Enrico)













