fbpx
Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bersama Dandim Manokwari saat ditemui wartawan Kamis (26/3/2020) di Pelabuhan Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com. PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Daerah Kabupaten... Bupati Manokwari Tegaskan Dinas Terkait Akan Awasi Kenaikan Harga Barang

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bersama Dandim Manokwari saat ditemui wartawan Kamis (26/3/2020) di Pelabuhan Manokwari. FOTO: rustam madubun/papuadalamberita.com.

PAPUADALAMBERITA.COM. MANOKWARI- Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari akan tetap mengawasi kenaikan harga barang atau kelangkaan barang di pasaran Manokwari saat ini maupun di masa datang.

Baca juga: Kapolres: Selalu Bertindak Preventif Saat Sosialisasi Pencegahan COVID-19

Baca juga: 13 Jama Tabliq Manokwari Sehat, Tetapi dari Daerah Terdampak COVID-19, Perlu Karantina Mandiri

Baca juga: Gerakan Peduli Kodim Manokwari Mencegah COVID-19 di Pelabuhan Manokwari

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan menjawab pertanyaan papuadalamberita.com  terkait pengajuaan surat bupati ke pada Gubernur Papua Barat membatasi penerbangan dan pelayaran masuk dan keluar Manokwari untuk memutuskan mata rantai meluasnya COVID-19.

‘’Kenaikan harga barang tetap akan diawasi dinas terkait dan aparat keamanan bekerja sama untuk pengawasan lebih ketat,’’ jelas Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan kepada wartawan, Kamis (26/3/2020) saat meninjau pelabuhan kapal Manokwari saat bersandarnya KM Ciremai.

Bupati Demas mengaku surat yang ditandatangani per 24 Maret 2020 itu telah diajukan ke Gubenru Papua Barat, surat permohonan dikirim ke gubernur, keputusan ada di gubernur.

‘’Kita menyurat  karena melihat permintaan masyarakat dan ada juga menyampaikan, tetapi kita tidak tutup secara keseluruhan.  Mungkin yang untuk untuk orang saja,  tapi untuk barang dan kargo, kapal barang kita tidak tutup,’’ jelas Bupati Mandacan.

Ia menjelaskan langkah-langkah yang diambil menyurat ke gubernur mudah-mudahan direspon Gubernur Papua Barat dan Forkopimda Papua Barat.

‘’Untuk menyikapi situasi pencegahan COVID-19 agar ditutup sekitar dua minggu atau satu bulan, sesudah itu bisa kembali normal, sehingga kita bisa memutuskan mata rantai virus ini di Kabupaten Manokwari ,’’ tegas Mandacan.

‘’Tapi hari ini saya berada di pelabuhan untuk melihat yang tidak ber-KTP Papua Barat tidak bisa turun dia kembali ke tempat awalnya.  Ya karena kami tidak mau nanti ada virus-virus terjangkit masuk di Manokwari  menambah berkembang lagi.  Makanya hari ini saya berada di pelabuhan untuk apa? Untuk melihat penumpang yang bukan ber KTP Papua Barat tidak boleh turun dia harus tetap ada di atas kapal dan kembali ke tempat semula,’’ tegas Demas.(tam)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Tidak Bisa Dicopy !!